Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto bertemu didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Kepala BIN Budi Gunawan, Puan Maharani, dan Seskab Pramono Anung. - Dok. PDIP
Premium

Koalisi 'Nasi Goreng' PDIP dan Gerindra di Pilkada 2020

24 Juli 2020 | 10:11 WIB
Setelah saling berseteru di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Gerindra dan PDI Perjuangan kini saling bergandeng tangan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Apakah koalisi ini bakal berlanjut hingga 2024?

Bisnis.com, JAKARTA — Tepat setahun yang lalu, alias pada 24 Juli 2019, panggung politik Indonesia digemparkan oleh agenda pertemuan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri.

Dihelat di kediaman Mega di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, acara itu dinilai khalayak sebagai gestur positif usai Gerindra dan PDI Perjuangan (PDIP) bertarung ketat di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Pertarungan melelahkan itu tidak saja menyebabkan polarisasi di tengah masyarakat, tapi juga memantik berbagai insiden mengerikan. Puncaknya adalah demonstrasi yang pecah di ibu kota pada 21-22 Mei 2019.

“Pertemuan itu bagus untuk membuktikan bahwa rekonsiliasi pascapilpres sudah terjadi. Pesannya sudah jelas bahwa kompetisi sudah usai, saatnya kembali bekerja bersama-sama untuk membangun Indonesia lebih baik," ujar pengamat politik Universitas Jendral Soedirman Luthfi Makhasin saat itu, seperti dilansir Antara.

Persaingan Gerindra dan PDIP sudah berlangsung sejak Pemilu 2014. Dua kali beruntun kedua partai politik (parpol) tersebut beradu dan PDIP selalu keluar sebagai pemenang.

“Karena itu, rekonsiliasi [pertemuan Mega dan Prabowo] pascapilpres sangat penting demi kepentingan bangsa," sambung Luthfi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top