Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Update Corona 23 Juli: Kasus Positif Naik 1.906, Menjadi 93.657

Kasus konfirmasi positif Covid-19 bertambah 1.906 orang pada Kamis (23/7/2020) sehingga total kasus positif baru harian secara kumulatif mencapai 93.657 orang.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  15:55 WIB
Ilustrasi - Antara/Shutterstock
Ilustrasi - Antara/Shutterstock

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus konfirmasi positif Covid-19 bertambah 1,906 orang pada Kamis (23/7/2020) sehingga total kasus positif baru harian secara kumulatif mencapai 93,657 orang.

Jawa Timur mencatat 18.546 kasus positif atau 21 persen dari seluruh kasus di Indonesia per 23 Juli 2020.

Berdasarkan tabel sebaran per provinsi seperti diunggah di laman covid19.go.id  data kumulatifnya adalah sebagai berikut: 

Sementara itu, berdasar data Kementerian Kesehatan, Jawa Timur mencatatkan 357 kasus positif sehingga secara kumulatif menjadi 19.450 kasus.

Untuk kasus sembuh, Jatim mencatatkan kenaikan 665 sehingga menjadi 11.125 kasus, sedangkan kasus meninggal naik 29 menjadi 1.525.

Sedangkan DKI Jakarta mencatatkan kasus positif sebanyak 470 sehingga total menjadi 18,068, kasus sembuh 163 (total 11.283), dan kasus meninggal 2 (total 751).

Secara keseluruhan hari ini tercatat 93,657 kasus terkonfirmasi atau bertambah 1,906 kasus. Sebanyak 36,917 atau 39.4 persen dari pasien terkonfirmasi berada dalam perawatan.

Sebanyak 52.164 orang atau 55.7 persen dari data terkonfirmasi dinyatakan sembuh.

Selain itu, terdapat 4,576 orang atau 4,9 persen dari data terkonfirmasi dinyatakan meninggal dunia.

Sementara, jumlah suspek tercatat sebanyak 47.756 kasus.

Data Sebelumnya

Pada Rabu  kasus konfirmasi positif Covid-19 bertambah 1.882 orang sehingga total kasus positif baru harian secara kumulatif mencapai 91.751 orang.

Provinsi DKI Jakarta mencatat 392 kasus positif atau menjadi provinsi dengan kasus positif baru harian tertinggi di Indonesia per 22 Juli 2020.

Berdasarkan tabel dari Satgas Penanganan Covid-19, hari ini tercatat 25.302 spesimen yang sudah diperiksa. 

Dari hasil pemeriksaan spesimen diketahui kasus konfirmasi positif sebanyak 1.882, sehingga total menjadi 91.751.

Kasus sembuh 1.789, total menjadi 50.255, sedangkan kasus meninggal 139, sehingga secara akumulatif hingga hari ini tercatat 4.459 orang meninggal terkait Covid-19.

Sementara itu, terdapat 44.222 suspek serta 469 kabupaten/kota di 34 provinsi Indonesia terdampak Covid-19.

Sehari sebelumnya, kasus konfirmasi positif Covid-19 bertambah 1.655 orang. Sehingga per Selasa (21/7/2020) total kasus positif baru harian secara kumulatif mencapai 89.869 orang.

Provinsi DKI Jakarta mencatat 433 kasus positif atau menjadi provinsi dengan kasus positif baru harian tertinggi di Indonesia per 21 Juli 2020.

Pada Selasa tercatat jumlah spesimen yang berhasil diuji di seluruh Indonesia mencapai 22.262, sehingga secara akumulatif menjadi 1.257.807. Capaian jumlah spesimen hari ini masih belum menyentuh target baru pemeriksaan 30.000 spesimen per hari.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, nama baru tim yang dibentuk pemerintah untuk menggantikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, pada Selasa DKI Jakarta mencatatkan 433 kasus positif baru Covid-19, 266 kasus sembuh, dan 8 pasien meninggal.

Jawa Timur menyusul dengan 283 kasus positif. Namun, kasus sembuh pasien Covid-19 di Jatim menjadi yang tertinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia, yakni mencapai 348 orang.

Selanjutnya, Jawa Tengah mencatatkan 121 kasus positif baru virus Corona per 21 Juli 2020. Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan menyusul dengan masing-masing 93 dan 92 kasus baru.

Sementara itu, tercatat 7 provinsi tidak memiliki kasus harian baru Covid-19 yakni Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau dan Sulawesi Tengah.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan beberapa daerah masih mencatatkan penambahan kasus baru yang terbilang tinggi.

"Ini perlu menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah daerah," ujarnya dalam konferensi pers di kanal resmi Youtube milik Sekretariat Presiden, Selasa (21/7/2020).

Kendati begitu, Wiku menjelaskan bahwa dalam sepekan terakhir jumlah daerah berstatus risiko tinggi Covid-19 mengalami penurunan. Daerah-daerah tersebut turun status menjadi risiko sedang.

"Indonesia sudah mampu menekan beberapa kasus sehingga terjadi perbaikan zonasi," jelas dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top