Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid mengecam pembubaran paksa unjukrasa Aliansi Kebangsaan dan Kebebasan Berpendapat (AKKB) oleh Front Pembela Islam, di Monas, Jakarta, Minggu (1/6/2008). - Antara/Alina
Premium

Historia Bisnis: Perlawanan Terakhir Gus Dur Jelang Sidang Istimewa MPR Pelengseran

23 Juli 2020 | 13:59 WIB
Sidang Istimewa MPR RI digelar pada 23 Juli 2001, namun pada dini hari sebelum sidang digelar, Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan Gus Dur melakukan perlawan melalui Dekrit. Jakarta tegang.

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada sekitar pukul 01.10 hari ini, 19 tahun lalu, mengeluarkan dekrit perlawanan pemakzulan yang disiapkan Sidang Istimewa MPR RI. 

Bisnis Indonesia edisi 23 Juli 2001 mencatat dekrit itu memuat tiga hal pokok  yakni; Pertama, membekukan MPR dan DPR. Kedua, mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat. Untuk itu akan diselenggarakan pemilu dalam waktu 1 tahun.

Ketiga, membekukan Partai Golkar sambil menunggu keputusan Mahkamah Agung.

Untuk itu, presiden meminta agar Polri dan TNI untuk mengamankan pelaksanaan kebijakan tersebut. Gus Dur juga meminta rakyat tetap tenang dan melaksanakan aktivitas seperti biasa.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top