Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Petugas medis menunjukkan hasil negatif pada alat diagnostik cepat (rapid test) COVID-19 usai memeriksa salah satu pedagang di Pasar Babadan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/6/2020). Tes tersebut menyasar puluhan pedagang ikan untuk melacak serta memutus rantai penyebaran virus Corona (COVID-19) dari lokasi ditemukannya puluhan pedagang maupun pengunjung yang dinyatakan positif COVID-19 di pusat penjualan hasil laut Pasar Ikan Rejomulyo (Pasar Kobong) Kota Semarang. - ANTARA FOTO/Aji Styawan
Premium

Kasus Covid-19 Indonesia Lampaui China, Alarm Pemerintah Sudah Menyala

22 Juli 2020 | 10:30 WIB
Kasus Covid-19 di Indonesia sudah melampaui China. Sejumlah pekerjaan rumah makin mendesak diselesaikan.

Bisnis.com, JAKARTA — “Saya cenderung untuk bekerja maksimal tanpa membandingkan dengan negara lain. Jika dikaji risiko epidemiologinya, Indonesia bukan China, dan China bukan Indonesia. Tidak sama.”

Kalimat tersebut diucapkan Achmad Yurianto, ketika masih menjadi juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, dalam konferensi pers Minggu (19/7/2020). Yuri tengah berupaya menjinakkan perbincangan soal fakta bahwa kasus Covid-19 di Indonesia makin jauh melampaui China, negara yang diklaim sebagai tempat asal virus Covid-19.

Kasus positif harian Covid-19 di Indonesia bertambah 1.655 orang menjadi 89.869 kasus per Selasa (21/7). Angka ini bukan saja membuat Indonesia makin menjauhi Negeri Panda, tapi juga bikin Indonesia terus ‘memantapkan diri’ sebagai 1 dari 25 negara selain China yang sudah mencatatkan kasus positif di atas 80.000 orang.

Ironisnya, jumlah kasus yang tinggi itu tidak lantas menggambarkan bahwa badai telah berlalu. Alih-alih, angka persebaran virus di 33 provinsi di Indonesia masih cenderung sukar dikendalikan.

Pada Kamis (9/7), Indonesia mematahkan telah rekor tambahan kasus harian dengan 2.657 kasus. Terkait angka kematian, Indonesia juga baru memecahkan rekor sendiri pada Minggu (19/7), dengan tambahan 127 korban. Hingga kini, total kematian akibat Covid-19 di Indonesia telah mencapai 4.320 jiwa.

Ahli epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono sepakat dengan klaim Yuri bahwa bagaimanapun Indonesia tak bisa disamakan dengan China. Namun, dia menilai bahwa angka-angka yang ada tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top