Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

47 Surat Rapid Test RSUD Pangkalan Bun Dipalsukan, Selembar Dijual Rp300.000

Lima pelaku pemalsuan 47 lembar surat hasil rapid test Covid-19 RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah, diamankan dibekuk polisi. Mereka menjual surat keterangan hasil rapid test tersebut Rp300.000 per lembar.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  06:08 WIB
Kapolres Kotawaringin Barat AKBP E. Dharma B. Ginting (tengah) memperlihatkan barang bukti berupa 19 lembar surat hasil tes cepat Covid-19 palsu di Pangkalan Bun, Rabu sore 15 Juli 2020. - Antara/Hendri Gunawan
Kapolres Kotawaringin Barat AKBP E. Dharma B. Ginting (tengah) memperlihatkan barang bukti berupa 19 lembar surat hasil tes cepat Covid-19 palsu di Pangkalan Bun, Rabu sore 15 Juli 2020. - Antara/Hendri Gunawan

Bisnis.com, KOTAWARINGIN BARAT - Lima pelaku pemalsuan 47 lembar surat hasil rapid test Covid-19 RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah, diamankan dibekuk polisi. Mereka menjual surat keterangan hasil rapid test tersebut Rp300.000 per lembar.

AKBP E. Dharma B. Ginting, Kapolres Kotawaringin Barat, mengatakan jajarannya telah menangkap kelima pelaku pemalsuan itu.

"Surat dokumen yang dipalsukan adalah surat hasil tes cepat Covid-19 dengan mengatasnamakan RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun," katanya Rabu (15/7) malam, seperti dilaporkan Antara Kamis (16/7/2020).

Pengungkapan kasus ini hasil kerja sama yang diawali oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan bekerja sama dengan KSOP Pelabuhan Kumai serta Pos Polisi Pelayanan Kawasan Pelabuhan.

Berawal dari kecurigaan terhadap 19 penumpang kapal laut yang menunjukkan surat hasil tes cepat Covid-19 dengan kop surat atas nama RSUD Sultan Imanuddin dengan nama dokter yang berbeda-beda.

Setelah dilakukan klarifikasi dan pendalaman, tim berhasil mengamankan sebanyak lima pelaku dengan peran berbeda-beda Saat ini kelimanya telah ditetapkan menjadi tersangka.

"Kelima tersangka tersebut berinisial AN, M serta S berperan sebagai koordinator para penumpang kapal, kemudian T sebagai orang yang memasarkan dan S sebagai pemilik percetakan sekaligus pembuat surat hasil tes cepat COVID-19 palsu," ucap Dharma.

Dharma menjelaskan kronologis kejadian berawal dari tersangka AN, M dan S yang meminta kepada tersangka T untuk dicarikan atau dibuatkan surat hasil tes cepat Covid-19. Kemudian tersangka T meminta kepada tersangka AN, M dan S untuk mengirimkan foto KTP para calon penumpang melalui pesan gambar.

Selanjutnya, tersangka T menghubungi tersangka S selaku pemilik percetakan untuk membuatkan surat hasil tes cepat Covid-19 palsu.

Surat hasil tes cepat Covid-19 palsu tersebut dijual oleh tersangka T kepada AN, M dan S dengan harga Rp300 ribu per lembar.

Dari hasil penjualan tersebut, tersangka T sebagai pencari konsumen dan tersangka S sebagai pencetak surat mendapatkan bagian masing-masing Rp150 ribu dari setiap lembar surat yang terjual.

"Dari hasil penyidikan awal tersangka S mengaku telah memproduksi sebanyak 47 lembar surat hasil tes cepat Covid-19 palsu, namun saat ini barang bukti yang kami amankan baru sebanyak 19 lembar," tegas Dharma

Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dr Fachrudin menuturkan pemalsuan surat hasil tes cepat Covid-19 tersebut diketahui dari logo pemerintah daerah dan kop surat yang tidak sesuai.

Selain itu, nomor laboratorium dan registrasi surat yang tidak terdata, serta ketidaksesuaian nama dokter yang mengeluarkan surat.

Sementara itu, tersangka S menyebutkan surat hasil tes cepat Covid-19 palsu tersebut dibuatnya berdasarkan hasil copy paste surat hasil tes cepat Covid-19 asli milik salah seorang temannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kalimantan tengah Virus Corona covid-19 rapid test

Sumber : Antara

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top