Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat meninjau lahan yang akan dijadikan "Food Estate" atau lumbung pangan baru di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020). Pemerintah menyiapkan lumbung pangan nasional untuk mengantisipasi krisis pangan dunia. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A
Premium

Polemik Anggaran Jumbo Kementerian Prabowo

13 Juli 2020 | 21:46 WIB
Kementerian Pertahanan yang dipimpin Prabowo Subianto telah mengajukan alokasi anggaran sebesar Rp129,3 triliun untuk tahun depan. Usulan anggaran cukup besar di era pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi.

Bisnis.com, JAKARTA – Penggalan kalimat “sense of crisis” tiba-tiba menjadi viral akhir-akhir ini. Hal itu terjadi usai tersebarnya potongan video Presiden Joko Widodo yang menunjukkan kemarahannya di hadapan anggota kabinetnya pada akhir Juni 2020

Namun, penggunaan kalimat “sense of crisis” rupanya tak hanya digunakan oleh Presiden Jokowi. Kalimat itu digunakan ekonom senior Indef Faisal Basri untuk menyoroti kinerja salah satu kementerian di kabinet Jokowi, yakni Kementerian Pertahanan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto.  

Faisal menilai, menjadi sebuah ironi tatkala Jokowi marah-marah, tapi di saat bersamaan tampak gagal menjaga kepekaan para penghuni kabinetnya. Dia mengkritisi Kementerian Pertahanan, yang tetap ngotot memancang anggaran gendut di tengah kondisi pandemi.

“Sense of crisis [kepekaan terhadap krisis] ini tanggung jawab Jokowi. Kenapa pemerintah memotong anggaran pertahanan tak signifikan. Hari gini, Kementerian Pertahanan satu-satunya yang memiliki anggaran di atas Rp100 triliun,” kata Faisal saat tampil sebagai narasumber dalam diskusi Narasi Institute, Jumat (10/7/2020) petang.

Seperti kata Faisal, persentase pemangkasan anggaran Kemenhan memang tampak insignifikan.

Mengacu kebijakan refocusing yang diterapkan Jokowi lewat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2020, anggaran kementerian yang dipimpin Prabowo Subianto itu adalah Rp117 triliun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top