Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pejalan kaki berjalan di dalam kampus Harvard University di Cambridge, Massachusetts, AS, Senin (20/4/2020). - Bloomberg/Adam Glanzman
Premium

Trump dalam Pusaran Blunder Kebijakan Visa Pelajar AS

08 Juli 2020 | 18:42 WIB
Kebijakan pembatasan visa bagi pelajar asing di AS mendapat reaksi negatif. Tak hanya memukul para pelajar China, keputusan itu juga justru berpotensi memperburuk hubungan AS dengan negara-negara mitranya.

Bisnis.com, JAKARTA — Kebijakan-kebijakan yang diputuskan oleh Presiden AS Donald Trump tak jarang menimbulkan kebingungan. Terkadang, langkah yang diambilnya mendapat pujian, tapi tak berapa lama kemudian dia justru mengumumkan hal yang menuai protes.

Isu tentang pembatasan pemberian visa adalah salah satunya.

Pemerintahan Trump menutup Juni 2020 dengan kebijakan yang diapresiasi banyak kalangan. Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo mengungkapkan Pemerintah AS menerapkan sanksi pembatasan visa kepada para pejabat China dan simpatisan Partai Komunis yang tinggal di AS sebagai hukuman atas campur tangan Negeri Panda terhadap UU Keamanan Nasional Hong Kong.

“Hari ini, kami mengumumkan pelarangan visa untuk para pejabat Partai Komunis China yang kami yakini bertanggung jawab atau setidaknya mengancam kebebasan Hong Kong, yang sebenarnya sudah dijamin oleh diklarasi Sino-British 1984,” tulis Pompeo di laman resmi Departemen Luar Negeri AS, Jumat (26/6/2020).

Namun, hanya dalam kurun 2 pekan sesudahnya, segala puja dan puji itu rontok. Pemicunya adalah kebijakan lanjutan pemerintah AS—masih soal visa—yang dianggap justru mendiskriminasi para imigran.

Pada Senin (6/7) waktu setempat, AS mengumumkan akan mencabut visa pelajar milik para pendatang yang kedapatan tak mengikuti kegiatan belajar mengajar secara fisik. Menghadiri kelas secara fisik, dengan persentase tertentu dari total waktu belajar, menjadi syarat agar visa para pelajar itu tetap berlaku.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top