Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Joseph Anton alias Salaman Rushdie - Bloomberg
Premium

Historia Bisnis: Penulis The Satanic Verses yang Banjir Kecaman, Fatwa Mati hingga Demo Anarkis

04 Juli 2020 | 19:10 WIB
Karena kemunculan novel The Stanic Verses, pemimpin tertinggi Iran masa itu, Ayatollah Khomeini, sempat memerintahkan perburuan terhadap Salman Rushdie pada 14 Februari 1989.

Bisnis.com, JAKARTA — Salman Rushdie berusaha menahan luapan emosinya, tetapi gagal. Dia tak bisa menyembunyikan kekesalannya pada Azis Nesin, aktivis sayap kiri yang pada 1 Juli 1993 mencatut potongan tulisan dari novelnya, The Satanic Verses alias Ayat-ayat Setan, untuk melakukan propaganda yang dianggap merendahkan Islam lewat surat kabar Turki, Aydinlik.

“Saya menganggap surat kabarnya telah membajak hak cipta saya dan tentu saja saya mengecam kekerasan yang diakibatkannya. Saya tidak terlibat dalam aksi Nesin,” kata Rushdie dalam sebuah wawancara kepada BBC, 3 Juli 1993.

Pantas belaka Rushdie emosi. Akibat penyalahgunaan karyanya itu, demonstrasi sempat pecah di hari yang sama.

Seperti diwartakan Harian Bisnis Indonesia edisi 4 Juli 1993, tepat hari ini 23 tahun yang lalu, aksi demonstrasi yang dilakukan kelompok fundamentalis Turki di kawasan Sivas itu bikin korban jiwa berjatuhan. Setidaknya 35 orang tewas dan 60 orang cedera karena unjuk rasa yang berujung anarkis itu.

Total lebih dari 10.000 pengunjuk rasa ambil bagian dalam aksi yang berujung dengan bentrok melawan aparat tersebut. Demonstrasi memuncak di Sivas lantaran di sebuah hotel di kota itu, bernama Madimak, Azis Nesin dikabarkan menginap. Beberapa titik di bangunan Madimak pun sempat jadi sasaran pembakaran oleh massa.

Tansu Ciller, Perdana Menteri (PM) Turki saat itu sampai-sampai ikut turun tangan. Selepas insiden parah tersebut, selama 2x24 jam, dia memberlakukan jam malam khusus untuk Sivas. Sekitar 800.000 lebih penduduk asli kota tersebut dilarang keluar di atas jam 9 malam, atas kekhawatiran keselamatan mereka terancam oleh maraknya unjuk rasa.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top