Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Warga berjalan di depan layar monitor yang menampilkan Presiden China Xi Jinping dalam National People's Congress di Beijing, China, Jumat (22/5/2020). - Bloomberg/Qilai Shen\\n
Premium

China, Sang Naga yang Terdesak dari Barat dan Timur

03 Juli 2020 | 09:47 WIB
Konflik China dengan India dan isu Hong Kong merembet ke pelaku usaha negara itu. AS tengah menyiapkan sanksi, sedangkan India memblokir 59 aplikasi China. Sang naga pun makin terbelit.

Bisnis.com, JAKARTA — Ancaman bisnis baru tengah menuju China. AS dikabarkan tengah menggodok sejumlah sanksi ekonomi terhadap Negeri Panda.

Pada Kamis (2/7/2020) waktu setempat, Senat AS meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang akan menjatuhkan sanksi bagi lembaga finansial yang bekerja sama dengan pejabat-pejabat China yang dinilai mengintervensi urusan internal Hong Kong. Bank maupun lembaga finansial lainnya, baik bank China maupun kantor cabang bank AS di China, akan terdampak aturan ini.

Beleid tersebut memberikan masa transisi selama setahun bagi bank-bank terkait untuk berhenti bekerja sama dengan institusi maupun individu yang masuk dalam daftar "tersangka utama" dari Departemen Luar Negeri (Deplu) AS. Setelah setahun, Departemen Keuangan (Depkeu) AS bisa menjatuhkan berbagai denda terhadap institusi-institusi yang melanggar, termasuk melarang pejabat tinggi mereka masuk ke AS dan memperketat kapasitas bank terkait untuk melakukan transaksi berdenominasi dolar AS.

Seperti dilansir dari Bloomberg, RUU ini sudah diserahkan ke Presiden AS Donald Trump.

"Aturan ini tentu saja bukan sebuah ancaman bagi institusi finansial AS," ujar Senator dari Partai Republik Pat Toomey.

Pernyataan tersebut tentu tidak berlaku bagi lembaga keuangan China.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top