Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Logo Facebook Inc. terlihat di layar sebuah smartphone. - Bloomberg/Gabby Jones
Premium

Dilema Facebook di Antara Dua Kepentingan

29 Juni 2020 | 14:53 WIB
Di tengah panasnya situasi di AS, ketegasan Facebook Inc. kembali diuji. Apakah Mark Zuckerberg bakal terus berdiam diri atau memutuskan mengambil sikap?

Bisnis.com, JAKARTA — Mark Zuckerberg tampaknya tak bisa lagi berdiam diri dan menerapkan sikap 'netral' terkait konten berisi hoaks, ujaran kebencian, dan rasisme yang berseliweran di Facebook.

Pasalnya, kini daftar pengiklan di Facebook yang memboikot media sosial tersebut menggelayuti prospek penjualan dan menekan harga saham perusahaan itu ke level yang paling dalam.

Starbucks Corp., Levi Strauss & Co., PepsiCo Inc., dan Diageo Plc menjadi beberapa perusahaan yang baru saja ikut serta mengumumkan bakal memangkas pengeluaran iklan di media sosial, termasuk di Facebook.

Sebelumnya, sederet perusahaan seperti Unilever Plc, Coca-Cola Co., Honda Motor Co., dan Hershey Co. sudah lebih dulu memboikot iklan di media sosial sebagai bagian dari upaya menekan Facebook dan rekan-rekannya untuk bertindak tegas terhadap status yang mengagungkan kekerasan, perpecahan, dan hoaks.

"Mengingat Kerangka Tanggung Jawab dan polarisasi yang terjadi di AS, kami memutuskan sejak saat ini hingga setidaknya akhir tahun ini, kami tidak akan beriklan di media sosial Facebook, Instagram, dan Twitter di AS. Melanjutkan beriklan di platform-platform tersebut saat ini tidak akan menambah nilai di masyarakat dan publik. Kami akan memantau dan meninjau kembali posisi kami jika diperlukan," papar Unilever AS dalam laman resminya seperti dikutip Bisnis, Senin (29/6/2020).

Negeri Paman Sam memang tengah diguncang banyak masalah. Mulai dari kasus positif Covid-19 yang sudah melampaui 2,54 juta atau setara dengan 25 persen dari total kasus di seluruh dunia, perang dagang dengan China dan konflik dengan sekutu-sekutunya, hingga kepemilikan senjata dan masalah rasisme yang kian memecah belah. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top