Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KTT Asean ke-36: Anggota Asean Masih Solid di Tengah Keterpurukan

Menlu Retno mengatakan negara-negara Asean memiliki komitmen yang kuat untuk bekerja sama mengatasi dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  16:48 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) saat mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (26/3 - 2020). KTT tersebut membahas upaya negara/negara anggota G20 dalam penanganan COVID/19. Biro Pers dan Media Istana
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) saat mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (26/3 - 2020). KTT tersebut membahas upaya negara/negara anggota G20 dalam penanganan COVID/19. Biro Pers dan Media Istana

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Asean masih dinilai solid dalam membangun kerja sama di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan Asean untuk pertama kalinya dalam 23 tahun terakhir mengalami kontraksi ekonomi. Setiap negara Asean mengambil langkah untuk memitigasi dampak ekonomi dan sosial.

Dalam catatan yang diberikan Sekjen Asean Dato Lim Jock Hoi, Retno menyampaikan bahwa Asean berhasil melakukan tindakan yang cepat dan tegas dalam menangani pandemi ini.

Dialog dengan mitra Asean seperti Asean Plus Three (Korea Selatan, Jepang, China) juga terus dilakukan. Hal ini disampaikan usai Asean Summit ke-36, Jumat (26/6/2020).

"Komitmen kerja sama di tengah pandemi masih sangat kuat. Asean dapat mendorong berbagai macam hal meskipun situasi sulit yang sedang dialami masing-masing negara," ujar Retno, Jumat (26/6/2020).

Retno mengungkapkan salah satu komitmen kerja sama adalah di bidang kesehatan. Dia menuturkan, Asean sedang membentuk Regional Pandemic Response Fund yang digunakan untuk membantu pengadaan alat kesehatan dan pencegahan Covid-19.

Menurutnya, kesadaran solidaritas antar anggota Asean juga dinilai dapat meningkatkan pembangunan komunitas.

Lebih lanjut, Retno menyatakan Asean telah mencetak beberapa capaian di tengah pandemi, di antaranya dalam konteks politik dan keamanan, Asean Political-Security Society (APSC) telah melakukan kerja sama yang meliputi anti terorisme, kejahatan terorganisir transnasional, dan pertahanan.

Dalam pilar ekonomi, Sekjen Asean Dato Lim Jock Hoi mengungkapkan kerja sama Asean terus dilakukan, salah satunya fasilitas perdagangan yang terus dilakukan melalui Asean single window dan juga operasionalisasi dari Asean Wide Self-Certification Scheme.

"Ini semua dilakukan untuk segera mengembalikan konektivitas rantai pasok yang sempat terdistorsi akibat pandemi," ujar Lim.

Rencana penanda tanganan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) juga dinilai menjadi indikasi kuat dari upaya keras Asean untuk terus mendukung sistem perdagangan multilateral.

RCEP merupakan perjanjian perdagangan antara Asean dan negara mitra seperti Korea Selatan, Australia, Selandia Baru dan lainnya.

Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan World Economic Outlook bulan Juni 2020 memproyeksikan perekonomian global terkontraksi 4,9 persen pada tahun ini, 1,9 poin persentase di bawah perkiraan sebelumnya pada April. Pemulihan yang lambat baru akan dimulai tahun 2021 dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen.

Kendati demikian, pemerintah RI meyakini, dengan pondasi kuat yang sudah dibangun selama 5 dekade ini, Asean akan mampu melewati masa sulit sekarang dan ke depan.

"Kerja sama kawasan menjadi lebih penting untuk mengembalikan harapan terhadap multilateralisme yang efektif, efisien, dan berkeadilan," ujar Retno.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ktt asean retno marsudi covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top