Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pendukung Donald Trump bersiap mendengarkan pidato dari Presiden AS petahana itu dalam kampanye di Tulsa, Oklahoma, AS, Sabtu (20/6/2020). - Bloomberg/Go Nakamura
Premium

Apa Hubungan TikTok, Fans K-pop, dan Kampanye Trump?

25 Juni 2020 | 18:56 WIB
Masalah demi masalah terus datang menyerbu Donald Trump dalam upayanya kembali terpilih sebagai Presiden AS untuk 4 tahun ke depan. Kali ini, serangan tak terduga datang dari pihak tak terduga.

Bisnis.com, JAKARTA — Bagi Manajer Kampanye Donald Trump Brad Parscale, kampanye Trump di Tulsa, Oklahoma pada akhir pekan lalu mungkin menjadi pengalaman yang tak dapat dilupakan seumur hidup.

Setelah sempat gembar-gembor bahwa pesanan tiket untuk menghadiri kampanye Presiden AS petahana itu terus bertambah, dari 300.000, naik ke 800.000, kemudian tembus ke 1 juta tiket, dia harus menghadapi kenyataan jika dirinya—dan Trump—sedang dikerjai.

Kenyataannya, yang datang ke kampanye terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 2020 itu tak lebih dari 6.200 orang. Bukan hanya jauh di bawah angka yang diklaim Parscale, tapi juga hanya sepertiga dari kapasitas stadion tempat kampanye berlangsung yang sebesar 19.000 orang.

Siapa mengira bahwa dalang di balik sepinya kampanye tersebut adalah para remaja pengguna TikTok dan fans K-pop?

Fans K-pop dan pengguna TikTok mengklaim telah memesan ratusan tiket, tetapi sengaja tidak menggunakannya. Hal itu merupakan bagian dari upaya sabotase terkoordinasi terhadap kampanye Trump.

Seperti dilansir New York Times, Senin (22/6/2020), upaya sabotase itu dilakukan sejak 11 Juni 2020 melalui sejumlah aplikasi media sosial ketika tiket dapat dibeli secara gratis melalui registrasi online dan smartphone.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top