Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Update Corona 22 Juni: Kasus Positif di DKI Tembus 10.098 Orang

Kasus positif di DKI Jakarta bertambah 127 pada hari ini, sehingga secara kumulatif menjadi 10.098 orang atau masih menjadi provinsi dengan jumlah kasus positif terbanyak di Indonesia.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  17:52 WIB
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta menembus angka lebih dari 10.000 orang atau sekitar 42 persen dari total kasus di Indonesia yang mencapai 46.845 orang pada 22 Juni 2020.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat kasus positif di Ibu Kota bertambah 127 pada hari ini, sehingga secara kumulatif menjadi 10.098 orang atau masih menjadi provinsi dengan jumlah kasus positif terbanyak di Indonesia.

Selain itu, pada hari ini DKI Jakarta mencatatkan kasus sembuh Covid-19 tertinggi yaitu 74 kasus, sehingga totalnya menjadi 5.128 kasus. Adapun, kasus meninggal di DKI Jakarta pada hari ini nihil atau tidak mengalami penambahan. Total kasus meninggal di DKI hingga hari ini mencapai 586 kasus.

"Pada hari ini DKI Jakarta mencatat kasus positif Covid-19 sebanyak 127 kasus dan kasus sembuh bertambah 74 orang atau yang tertinggi dibandingkan provinsi lainnya," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers, Senin (22/6/2020).

Meski secara kumulatif, kasus positif di DKI Jakarta masih menjadi yang tertinggi, tetapi pada hari ini peningkatan jumlah kasus positif tertinggi justru terjadi di Jawa Timur.

Provinsi yang dipimpin oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini mencatatkan penambahan kasus positif mencapai 315 orang, sehingga kumulatif menjadi 9.857 orang atau sedikit di bawah DKI Jakarta.

Selanjutnya, Sulawesi Selatan mencatatkan total kasus positif 3.908 orang, Jawa Barat 2.865 orang, Kalimantan Selatan 2.658 orang, dan Jawa Tengah 2.717 orang.

Adapun, provinsi dengan jumlah kasus positif paling sedikit adalah Aceh yakni 49 orang, Sulawesi Barat 104 orang, Nusa Tenggara Timur 111 orang, dan Jambi 112 orang.

Sebelumnya, pada Minggu (21/6/2020) DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus baru Covid-19 tertinggi jika dibandingkan provinsi lainnya yaitu mencapai 142 kasus sehingga totalnya menjadi 9.971 kasus.

Selain mencatatkan peningkatan kasus positif tertinggi, DKI Jakarta juga melaporkan kasus sembuh Covid-19 tertinggi yaitu 233 kasus sembuh sehingga totalnya menjadi 5.054 kasus.

Sementara itu, secara nasional kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah 954 orang, sehingga total pasien terkonfirmasi Covid-19 menjadi 46.845 kasus. 

Adapun, jumlah pasien yang sembuh bertambah 331 orang, sehingga totalnya menjadi 18.735 orang. Di sisi lain, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal bertambah 35 orang, menjadi 2.500 orang.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bahwa belum ada indikator yang bisa memaksa Jakarta mundur dari masa transisi ke era pembatasan ketat lagi atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Hal ini diungkap Anies saat meninjau penerapan protokol kesehatan sekaligus pembukaan kembali operasional mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan bersama Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Selasa (16/6/2020).

"Sejauh ini, evaluasi selama satu minggu terakhir, 10 hari terakhir, indikator itu tidak nampak. Artinya kita sekarang bisa berkata bahwa selama satu minggu ini, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan kita akan kembali ke PSBB," ujar Anies.

Namun, Anies menekankan bahwa kemungkinan untuk kembali ke pembatasan ketat tetaplah ada. Masa transisi, bukan berarti Jakarta sudah bebas dari pandemi Covid-19.

Yang menentukan kembali atau tidaknya Jakarta ke masa pandemi, bukanlah pemerintah, tapi segenap elemen masyarakat. Oleh sebab itu, kedisiplinan diperlukan agar jargon PSBBT, yakni sehat, aman, dan produktif, bisa benar-benar terealisasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top