Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pemandangan salah satu sudut kota di Rusia
Premium

Pandemi Covid-19: Menengok Rusia dari Tanah Yahudi-nya

17 Juni 2020 | 20:46 WIB
Selama dua dekade ini, topik paling hangat mengenai Rusia didominasi sosok Presiden Vladimir Putin. Apakah itu sisi personal, kontroversi keputusan, maupun trik Putin untuk terus berkuasa.

Bisnis.com, JAKARTA — Selama dua dekade ini, topik paling hangat mengenai Rusia didominasi sosok Presiden Vladimir Putin. Apakah itu sisi personal, kontroversi keputusan, maupun trik Putin untuk terus berkuasa.

Sisi lain Negeri Beruang Merah yang sangat luas dan plural itu pun tenggelam. Siapa misalnya yang tahu bahwa Rusia memiliki kawasan khusus untuk orang Yahudi? Bahkan, usia pendiriannya lebih tua dari Israel di Timur Tengah.

Nama kawasan itu adalah Daerah Otonom Yahudi (Jewish Autonomous Oblast/JAO). Dalam UUD Rusia, wilayah tersebut berstatus entitas federal. Setara dengan provinsi atau daerah tingkat I kalau di Indonesia.

Rusia memiliki 85 entitas federal dan tertulis eksplisit dalam konstitusi. Ada yang berbentuk republik seperti Dagestan, ada yang berbentuk kota federal seperti Moskwa. Ada yang daerah biasa (oblast) semisal Leningrad, dan oblast otonom cuma satu yaitu JAO.

Embrio JAO bak menyambut hasrat orang Yahudi di seantero Eropa pada awal abad XX untuk mendirikan negara sendiri. Pada November 1917, Menteri Luar Negeri Inggris Arthur Balfour menjanjikan tanah Palestina sebagai lokasi migrasi orang Yahudi.

Ternyata, Uni Soviet lebih dahulu merealisasikan tanah khusus Yahudi. Bukan di Palestina tentu saja. Pembentukannya tanpa perang, tanpa pengusiran penduduk asli, tanpa intervensi internasional.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top