Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Tampilan virus corona yang diperbesar terlihat di monitor sebuah komputer di laboratorium penelitian virus di Rumah Sakit Universitas UZ Leuven, Leuven, Belgia, Jumat (28/2/2020). - Bloomberg/Geert Vanden Wijngaert
Premium

UE Tuding China dan Rusia Sebar Hoaks Corona, Benarkah?

16 Juni 2020 | 10:30 WIB
Uni Eropa mengklaim China dan Rusia menyebar informasi bohong tentang virus corona ke Eropa. Benarkah demikian?

Bisnis.com, JAKARTA — Nyaris sejak awal virus corona baru menyebar dari China, hoaks tentang virus ini juga langsung ikut bertiup ke seluruh dunia. Dari mana informasi bohong itu menyebar?

Menurut penyelidikan Uni Eropa (UE), banyak hoaks yang menyebar, terutama di Eropa, berasal dari China dan Rusia.

Bahkan, Wakil Presiden Uni Eropa (UE) Bidang Nilai-Nilai dan Transparansi Vera Jourova secara terbuka memperingatkan kedua negara itu yang dinilainya melakukan dosa besar karena menyebar hoaks ke seantero Eropa. Hoaks-hoaks tersebut, yang hampir semuanya bersangkut paut dengan pandemi Covid-19, dinilainya berpotensi menghambat upaya negara-negara Benua Biru melepaskan diri dari wabah Covid-19.

"Pandemi ini memperlihatkan kepada kita betapa berbahayanya informasi yang keliru, bahkan bisa membunuh orang dan mengancam respons otoritas terkait sehingga melemahkan kebijakan yang diambil," paparnya seperti dilansir Bloomberg, Rabu (10/6/2020).

Rusia dan China memang tak sendiri. Namun, peranan kedua negara tersebut dinilai paling getol dalam menyebarkan misinformasi, khususnya lewat platform daring.

Ucapan Jourova itu diamini oleh Perwakilan Tinggi UE untuk Bidang Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Joseph Borell.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top