Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/4/2019). - ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Premium

Kasus Novel Baswedan dan Potret Penegakan Hukum di Indonesia

15 Juni 2020 | 17:04 WIB
Dalam persidangan yang digelar pekan lalu, dua pelaku kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan hanya dituntut 1 tahun penjara. Ada apa di baliknya?

Bisnis.com, JAKARTA — Novel Baswedan bukanlah tipe orang yang gemar membagikan banyak hal lewat media sosial. Tapi, sejak 11 Juni 2020, tak henti-henti dia menguarkan kemarahan lewat akun Twitternya, @nazaqistsha.

Semua cuitan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini sejak hari itu bernada geram. Dirinya kesal karena Rahmat Kadir Mahulette dan Rony Bugis, dua pelaku penyiram air keras ke wajahnya pada 11 April 2017, cuma dituntut 1 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syaripuddin dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (11/6/2020).

“Melihat kebusukan semua yang mereka lakukan rasanya ingin saya katakan, terserah. Tapi mereka yang lakukan ini akan jadi beban diri mereka sendiri, karena semua akan dipertanggungjawabkan. Termasuk Pak Jokowi, yang membiarkan aparatnya berbuat seperti ini,” tulis Novel di salah satu cuitannya.

Novel tidak sendirian. Direktur Kantor Hukum Lokataru Haris Azhar juga menilai tuntutan itu janggal dan terang-terangan menyoroti kentalnya nuansa rekayasa sejak awal proses persidangan.

“Sebagaimana ciri pengadilan rekayasa, banyak keanehan dalam persidangan,” tulisnya dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Jumat (12/6).

Keanehan yang dimaksud Haris contohnya terkait status kedua terdakwa yang didampingi pengacara dari unsur polisi. Ada nuansa konflik kepentingan dari situasi tersebut.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top