Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Mobil diparkir di luar area komersial yang dipenuhi iklan merek-merek palsu di Xi'an, Shaanxi, China, Selasa (26/4/2011). - Bloomberg/Nelson Ching
Premium

Perkara Geprek Bensu dan Perlindungan Merek di Indonesia

13 Juni 2020 | 07:30 WIB
Sengketa merek Bensu yang melibatkan selebritas Ruben Onsu menjadi perbincangan masyarakat. Sejauh apa pemahaman masyarakat atas perlindungan merek di Indonesia?

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana Ruben Onsu memperluas bisnis kulinernya di dalam maupun luar negeri bisa jadi terhambat setelah merek dagang Bensu yang digunakannya terbelit perkara gugatan merek. Dalam sidang yang digelar bulan lalu, Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi atas gugatan merek yang dilayangkan sang selebritas.

Tercatat ada dua permohonan kasasi yang diajukan Ruben, masing-masing terkait perkara nomor 56/Pdt.Sus-HKI/Merek/2019/PN Niaga Jkt.Pst dan 57/Pdt.Sus-HKI/Merek/2019/PN Niaga Jkt.Pst.

Dalam gugatan pertama, Ruben menggugat Yangcent dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Sementara itu, dalam gugatan kedua, dia menggugat PT Ayam Geprek Benny Sujono dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Kedua gugatan itu telah lebih dulu diputus ditolak oleh Pengadilan Niaga (PN) Jakarta Pusat (Jakpus) pada 13 Januari 2020.

Kedua permohonan kasasi atas dua gugatan itu pun kemudian ditolak pula oleh Mahkamah Agung (MA). Majelis Hakim yang beranggotakan Sudrajad Dimyati, Rahmi Mulyati, dan I Gusti Agung Sumanatha memutus dua gugatan tersebut pada Rabu (20/5/2020).

"Tolak," demikian amar putusan untuk perkara bernomor 575 K/Pdt.Sus-HKI/2020 dan 576 K/Pdt.Sus-HKI/2020 yang diunggah di laman resmi MA seperti dikutip Bisnis, Sabtu (13/6).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top