Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pejalan kaki berjalan di depan kantor pusat World Trade Organization (WTO) di Jenewa, Swiss (Senin (2/3/2020). - Bloomberg/Stefan Wermuth
Premium

Menanti Reformasi WTO yang (Tak) Sempurna

11 Juni 2020 | 11:50 WIB
Saat ekonomi dunia dihantam pandemi, World Trade Organization (WTO) justru ditinggal nakhodanya. Dengan berbagai tekanan yang ada, termasuk perang dagang, bagaimana masa depan WTO?

Bisnis.com, JAKARTA — Semester pertama 2020 menjadi periode paling sibuk dalam kalender World Trade Organization (WTO) sejak organisasi ini dibentuk 25 tahun silam.

Munculnya pandemi Covid-19, ancaman resesi dunia, perang dagang AS-China, hingga isu Pemilihan Presiden (Pilpres) AS membuat tanggung jawab mereka untuk memelihara sisem perdagangan internasional terasa berlipat-lipat ganda lebih berat.

Ironisnya, pada momen genting itu pula lembaga ini justru ditinggal pergi nakhodanya.

Roberto Azevedo, diplomat asal Brasil yang menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) WTO sejak 2013, mengumumkan pengunduran dirinya pada 14 Mei 2020. Pengunduran diri tersebut bakal efektif per 31 Agustus 2020, membuat masa jabatannya berakhir lebih cepat setahun dibandingkan yang seharusnya.

“WTO mungkin tak sempurna, tapi pada waktu yang sama sangat diperlukan. Organisasi ini yang membuat kita semua berbeda dari dunia di mana hukum rimba berlaku, setidaknya jika menyangkut soal perdagangan,” paparnya sewaktu mengumumkan pengunduran dirinya.

Azevedo lantas menyampaikan alasan pengunduran dirinya bersifat pribadi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top