Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Massa berkumpul di depan Gedung Putih, memprotes kematian George Floyd, di Washington DC, AS. - Bloomberg
Premium

Kisah Bunker Gedung Putih, Rasisme, dan Pandemi Covid-19 di AS

03 Juni 2020 | 08:38 WIB
Aksi massa terus terjadi di berbagai wilayah di AS, di tengah pandemi Covid-19 dan keputusasaan terhadap ketidaksetaraan. Apa akar masalahnya?

Bisnis.com, JAKARTA — Ibarat sudah jatuh lalu tertimpa tangga, mungkin itu yang bisa menggambarkan kondisi di Amerika Serikat (AS) saat ini.

Ratusan bahkan ribuan pendemo yang membanjiri New York hingga Chicago dalam berbagai aksi massa, yang kadang berujung kerusuhan, memberikan tantangan bagi upaya AS dalam membuka kembali ekonominya pascapandemi Covid-19. Hingga saat ini, Covid-19 tercatat telah merenggut lebih dari 106.000 nyawa warga Negeri Paman Sam.

Kerusuhan pecah di tengah aksi protes atas kematian George Floyd, seorang pria Afrika-Amerika yang berasal dari Minneapolis akibat kekerasan oleh polisi. Berdasarkan video yang viral di dunia maya, 4 polisi menangkap Floyd dan salah seorang di antaranya tertangkap kamera tengah menindih leher Floyd dengan lututnya selama 8 menit 46 detik.

Bahkan, video tersebut juga menampilkan bahwa Floyd sempat mengatakan dirinya tidak bisa bernapas, sebelum akhirnya meregang nyawa.

Sejumlah pengunjuk rasa terlihat melakukan penjarahan di distrik perbelanjaan, termasuk Rodeo Drive di Beverly Hills, California dan Michigan Avenue di Chicago. Tak cukup dengan itu, mereka juga membakar mobil polisi dan beberapa gedung pemerintah.

Presiden AS Donald Trump mengancam bakal mengerahkan ribuan tentara dan polisi bersenjata berat untuk mencegah aksi protes lanjutan di Washington DC. Hal itu disampaikannya setelah sejumlah bangunan dan monumen dirusak di dekat Gedung Putih.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top