Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemulihan Ekonomi, 3 Bank Negara Turki Gelontorkan Pinjaman

Berdasarkan survei Bloomberg akhir bulan lalu, pertumbuhan ekonomi Turki diperkirakan terkoreksi 3,6 persen selama 2020.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 01 Juni 2020  |  22:28 WIB
Bendera Turki - Istimewa.
Bendera Turki - Istimewa.

Bisnis.com, JAKARTA - Turki merilis skema insentif kredit yang dinilai paling besar selama 4 tahun terakhir untuk membantu pemulihan ekonomi dari dampak virus corona (Covid-19).

Dilansir Bloomberg, Senin (1/6/2020), berdasarkan pernyataan bersama 3 bank terbesar milik pemerintah akan mulai menyalurkan kredit perumahan, kredit kendaraan, kredit multiguna untuk peralatan rumah tangga, paket liburan, dan produk lainnya dengan suku bunga tahunan di bawah nilai inflasi.

Penyataan tersebut menggarisbawahi tujuan pihak regulator untuk memastikan penyaluran kredit tersampaikan dengan baik ke sistem ekonomi Turki, yang bernilai US$750 miliar. Pemerintah Turki mengandalkan pemberian pinjaman untuk bisnis dan rumah tangga dibandingkan dengan menyuntikkan dana karena dinilai memberatkan outlook fiskal.

Kebijakan tersebut pun melengkapi permintaan regulator sebelumnya, yang meminta bank-bank swasta untuk menyalurkan lebih banyak pinjaman, demikian yang disampaikan Onur Ilgen, seorang manajer treasuri MUFG Bank Turkey AS.

"Kami berharap paket kebijakan anyar yang dirilis bank-bank milik negara untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, otomotif, dan konstruksi mulai kuartal III," ujar Ilgen.

Tiga bank milik negara, yaitu TC Ziraat Bankasi AS, Turkiye Vakiflar Bankasi, dan Turkiye Halk Bankasi AS, menyatakan dalam pernyataan bersama bahwa ketiganya akan menyalurkan KPR bertenor 15 tahun dengan suku bunga bulanan yang rendah, yaitu sebesar 0,64 persen atau di bawah 8 persen secara tahunan. Sementara itu, inflasi Turki tercatat sebesar 11 persen.

Suku bunga yang hampir setara dengan KPR dan dengan grace period selama satu tahun juga ditawarkan untuk kendaraan bermotor serta peralatan rumah tangga produksi Turki. Pasca pengumuman kebijakan tersebut, index bursa Borsa Istanbul menguat sekitar 1,5 persen.

Pada minggu lalu, regulator perbankan Turki BDDK melakukan penyesuaian formula rasio aset untuk mendorong bank-bank menyalurkan lebih banyak kredit ke sektor usaha dengan menutup celah yang memungkinkan mereka memangkas suku bunga simpanan.

Sementara itu, berdasarkan data resmi terbaru, ekspansi kredit tahunan di Turki melebihi 70 persen selama 13 minggu hingga 20 Mei, laju tercepat sejak 2007. Kredit komersial tumbuh dua kali lipat dan kredit ritel naik sekitar 45 persen sepanjang periode yang sama.

Ekonomi Turki tercatat tumbuh sebesar 4,5 persen selama kuartal I/2020, yang didorong oleh belanja pemerintah dan konsumsi rumah tangga, sebelum mengalami perlambatan karena penyebaran virus corona yang dimulai pada pertengahan Maret 2020. Turki mulai menunjukkan penurunan infeksi baru dengan level terendah sejak wabah dimulai lebih dari 2 bulan lalu.

Adapun, berdasarkan survei Bloomberg akhir bulan lalu, pertumbuhan ekonomi Turki diperkirakan terkoreksi 3,6 persen selama 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan turki penyaluran kredit

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top