Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam acara penandatanganan UU Otoritas Pertahanan Nasional untuk Tahun Fiskal 2020 di Pangkalan Militer Gabungan (Joint Base) Andrews, Maryland, AS, Jumat (20/12/2019). - Reuters/Leah Millis
Premium

Selamat Jalan Kebebasan Berbicara Ala Trump

28 Mei 2020 | 14:11 WIB
Langkah Twitter melabeli cuitan Donald Trump dengan cek fakta membuat Presiden AS itu meradang. Bagaimana hubungannya dengan kebebasan berbicara dan demokrasi?

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah bertahun-tahun berdiam diri atas berbagai pernyataan kontroversial yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui cuitannya, Twitter Inc. akhirnya bertindak tegas.

Perusahaan media sosial yang didirikan Jack Dorsey itu melabeli dua cuitan Trump mengenai klaim voting Pemilihan Umum (Pemilu) melalui surat.

Ketika Trump mengklaim bahwa voting melalui surat bakal mendorong potensi kecurangan dalam Pemilu, Twitter melabeli cuitan-cuitan itu ke halaman lain untuk memberikan informasi mengenai hal terkait.

“Berdasarkan pengecekan fakta, tidak ditemukan bukti bahwa voting melalui surat akan menimbulkan kecurangan,” ujar perwakilan Twitter, yang merujuk pada sejumlah pemberitaan antara lain Washington Post dan CNN, seperti dilansir Bloomberg, Kamis (28/5/2020).

Label pengecekan fakta memang baru dilakukan oleh Twitter selama beberapa bulan belakangan, sebagai bagian dari upaya memerangi disinformasi terhadap wabah Covid-19 dan perawatannya.

Tetapi, keputusan Twitter kali ini jatuh kepada Trump, seorang Presiden AS yang memiliki lebih dari 80 juta follower. Momennya pun tak tanggung-tanggung, hanya 5 bulan sebelum terselenggaranya Pemilihan Presiden (Pilpres) AS pada November 2020.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top