Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pemandangan Shanghai, China dari atas. - Bloomberg/Qilai Shen
Premium

Mengapa Orang Kaya China Berbondong-Bondong Belanja Properti ke Luar Negeri?

27 Mei 2020 | 13:37 WIB
Kondisi ekonomi yang tak secerah tahun-tahun sebelumnya karena terdampak pandemi virus corona membuat para orang kaya China memilih memecah aset propertinya di luar negeri.

Bisnis.com, JAKARTA — Mulanya, masa depan seperti tampak begitu buram bagi Monika Tu, pendiri sekaligus bos perusahaan properti asal Australia, Black Diamonz. Bagaimana tidak, krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 di negaranya bikin Tu terancam kian kesulitan menjual propertinya.

Apalagi, sebagian properti yang dipasarkannya berstatus rumah mewah dengan harga di atas rata-rata, yakni berkisar 7,25 juta-19,5 juta dolar Australia per unit.

Namun, seiring berjalannya waktu, roda nasib rupanya tak terlalu buruk bagi Tu. Di luar dugaan, sejak Maret hingga pengujung Mei 2020, total Black Diamonz telah berhasil menjual properti dengan akumulasi nilai 85 juta dolar Australia, sekitar US$55 juta.

Angka tersebut, menurut hitung-hitungan Tu, bahkan meningkat 25 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Menariknya, saat diwawancara Bloomberg mengenai prestasi perusahaannya, dia membeberkan bahwa lebih dari 50 persen pembeli propertinya dalam 2 bulan terakhir adalah orang kaya China.

“Mereka seperti punya cara berpikir yang sama,” ujar Tu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top