Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Sejumlah petugas gabungan dari Kepolisian, Satpol PP dan Dinas Perhubungan berjaga di checkpoint penyekatan arus mudik Tol Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2020). Pada H-1 jelang Lebaran, Direktorat Lalu lintas Poda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas menjadi satu jalur untuk mempermudah penyekatan mobil pribadi dan angkutan umum yang membawa pemudik. - ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Premium

Bagaimana Agar Pengetatan Arus Balik ke Ibu Kota Tak Jadi Manuver Sia-Sia?

26 Mei 2020 | 18:17 WIB
Meski pemerintah telah melarang masyarakat untuk mudik, tapi nyatanya tetap ada pelanggaran. Bagaimana agar larangan arus balik terjaga?

Bisnis.com, JAKARTA — Senyum Anies Baswedan tak mengembang sesering biasanya. Saat menyampaikan laporan terkini penanganan Covid-19 bersama Tim Gugus Tugas pemerintah, Senin (25/5/2020) sore, Gubernur DKI Jakarta itu memilin kata dengan tenang dan berhati-hati.

Anies menyampaikan dua tahap kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditempuh pemerintah daerah Jabodetabek sejak Maret 2020 sudah menuai dampak. Berdasarkan survei Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, sekitar 60 persen warga sudah mematuhi protokol yang ditetapkan.

Hanya saja, dia menyebut mitigasi terhadap Covid-19 belum usai. Memasuki tahap ketiga, segalanya akan benar-benar dipertaruhkan, kata Anies.

“Apabila hari-hari ke depan angkanya meningkat karena kita mulai bebas, mulai bepergian, tidak disiplin menggunakan masker, tidak disiplin mencuci tangan, maka ada potensi kita harus memperpanjang, seakan mengulang proses yang kita kerjakan kemarin," ucapnya.

Kekhawatiran Anies jika dua tahap awal PSBB dilatari sejumlah hal.

Memasuki tahap ketiga PSBB yang dicanangkan sampai 4 Juni 2020, waktunya berbenturan langsung dengan agenda mudik Lebaran 2020 yang berpotensi memicu datangnya gelombang kedua penyebaran Covid-19. Meski, mudik sebenarnya sudah dilarang oleh pemerintah.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top