Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Virus Corona Bikin Angka Kelahiran di AS Makin Merosot

Pandemi virus corona membuat angka kelahiran di Amerika Serikat semakin merosot ke level terendah dalam 35 tahun
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  13:26 WIB
Petugas medis bersiap memeriksa masyarakat di Michigan Health Professionals Covid-19 melalui fasilitas pengujian di Millennium Medical Group di Farmington Hills, Michigan, Amerika Serikat, Selasa (7/4/2020). Menurut data departemen kesehatan kota menunjukkan jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi dari Detroit terus meningkat lebih dari 5.500 pasien dan 221 diantaranya meninggal. Bloomberg - Emily Elconin
Petugas medis bersiap memeriksa masyarakat di Michigan Health Professionals Covid-19 melalui fasilitas pengujian di Millennium Medical Group di Farmington Hills, Michigan, Amerika Serikat, Selasa (7/4/2020). Menurut data departemen kesehatan kota menunjukkan jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi dari Detroit terus meningkat lebih dari 5.500 pasien dan 221 diantaranya meninggal. Bloomberg - Emily Elconin

Bisnis.com, JAKARTA – Angka kelahiran di Amerika Serikat turun untuk tahun kelima berturut-turut ke level terendah dalam 35 tahun.

Menurut data sementara yang dirilis pada Rabu (20/5/2020) oleh Centers for Disease Control (CDC), sekira 3,75 juta bayi lahir pada 2019 di AS, turun 1 persen dari jumlah kelahiran pada 2018.

Adapun, tingkat fertilitas total pada tahun 2019 tercatat 1.705 kelahiran per 1.000 wanita, jauh di bawah level yang diperlukan bagi suatu populasi untuk mengganti dirinya sendiri yakni 2.100 kelahiran per 1.000 wanita. Tingkat fertilitas total telah berada di bawah level ini sejak 2007.

“Dalam jangka panjang, fertilitas yang rendah mungkin akan membawa pertumbuhan populasi yang lebih kecil, tetapi itu membutuhkan satu atau dua generasi,” ujar Profesor Philip Cohen dari University of Maryland, dilansir dari Bloomberg.

Cohen menyebut kurangnya interaksi dan rendahnya komitmen berimbas pada penurunan tingkat kehamilan dan kelahiran selama pandemi virus corona. 

“Saya tidak melihat alasan mengapa tingkat kelahiran akan meningkat dalam waktu dekat,” tutur Cohen.

Sementara itu, menurut dosen di University of New Hampshire Ken Johnson, kendala keuangan merupakan faktor dalam rendahnya tingkat fertilitas. Menurutnya, peningkatan tingkat kehamian akan naik pada jangka pendek. Namun, dia menyebut jumlah kelahiran akan semakin turun pada 2021. 

“Selain itu, penurunan-penurunan fertilitas ini paling besar terjadi di antara kalangan wanita berusia lebih muda (di bawah usia 30) dan tidak jelas apakah kelahiran ini telah ditunda,” ungkap Johnson.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

populasi kelahiran Virus Corona fertilitas
Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top