Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Antara Normalisasi, Sangsi, dan Kebingungan PSBB

Simpang siurnya kebijakan pemerintah dalam menangani wabah virus corona menimbulkan kebingungan di masyarakat. Di sisi lain, kasus baru terus bermunculan.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  20:21 WIB
Sejumlah pengendara kendaraan bermotor mengalami kemacetan lalu lintas di Tol Dalam Kota, Kuningan, Jakarta, Senin (18/5/2020). Meski masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih berlangsung, kemacetan lalu lintas masih terjadi di ibu kota. - ANTARA FOTO/Rifki N
Sejumlah pengendara kendaraan bermotor mengalami kemacetan lalu lintas di Tol Dalam Kota, Kuningan, Jakarta, Senin (18/5/2020). Meski masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih berlangsung, kemacetan lalu lintas masih terjadi di ibu kota. - ANTARA FOTO/Rifki N

Bisnis.com, JAKARTA — Jika merujuk pada sejumlah pernyataan pemerintah, narasi-narasi pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkait pandemi virus corona sudah digembor-gemborkan dalam beberapa pekan terakhir.

Bahkan, wacana pelonggaran tersebut sudah beredar dengan sejumlah tahapan. Berdasarkan informasi yang diperoleh Bisnis, ada 5 tahapan yang akan dijalankan pemerintah untuk proses pemulihan yakni fase pertama (1 Juni), fase kedua (8 Juni), fase ketiga (15 Juni), fase keempat (6 Juli), dan fase kelima (20 Juli dan 27 Juli).

Pada fase pertama, industri, jasa Business-to-Business (B2B), dan sektor kesehatan mulai diperbolehkan beroperasi. Diikuti oleh fase kedua yang memperbolehkan toko, pasar, dan mal untuk buka.

Lalu, kegiatan budaya dan pendidikan pun diperbolehkan untuk beroperasi pada fase ketiga. Secara bertahap, restoran, kafe, bar, pusat kebugaran, dan lainnya boleh dibuka dengan protokol ketat, serta kegiatan outdoor lebih dari 10 orang, travelling ke luar kota dengan pembatasan jumlah penerbangan, serta kegiatan ibadah (mesjid, gereja, pura, vihara dan lainnya).

Fase terakhir adalah dilakukan evaluasi untuk fase keempat dan pembukaan tempat-tempat atau kegiatan ekonomi dan kegiatan sosial dalam skala besar.

Terkait hal ini, saat membuka rapat terbatas mengenai percepatan penanganan Covid-19 pada Senin (18/5/2020), Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah masih belum mengeluarkan kebijakan pelonggaran PSBB. Meski demikian, wacana pelonggaran ini sudah kadung ramai dan tak ayal memicu reaksi dari berbagai pihak.

Anda sedang membaca konten premium.

Dapatkan informasi komprehensif untuk menavigasi bisnis Anda hanya dengan Rp50.000/bulan.
Berlangganan SekarangAtau Klik Di Sini untuk berlangganan Rp15.000/minggu
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top