Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
CEO Softbank Group Corp. Masayoshi Son memberi salam dalam konferensi pers di Tokyo, Jepang, Rabu (12/2/2020). - Bloomberg/Kiyoshi Ota
Premium

Meneropong Masa Depan SoftBank Setelah Dihantam Corona

19 Mei 2020 | 12:44 WIB
Sebelum pandemi Covid-19 datang, kinerja investasi SoftBank di WeWork dan Uber sudah lebih dulu diproyeksi tak sesuai ekspektasi. Bagaimana kelanjutan portofolio investasi SoftBank ke depannya?

Bisnis.com, JAKARTA — Sebelum kejatuhan WeWork dan pandemi virus corona, pendiri SoftBank Masayoshi Son berkomitmen untuk meningkatkan dana pada bisnis dana modal venturanya, Vision Fund, setiap 2-3 tahun sekali.

Sekarang, komitmen itu tampaknya hanya menjadi angan-angan.

Dilansir Bloomberg, Senin (18/5/2020), SoftBank Group Corp. mencatat kerugian sebesar 1,9 triliun yen (US$17,7 miliar) pada tahun fiskal terbaru. Kerugian ini merupakan yang terbesar dalam sejarah 39 tahun Softbank berdiri.

Kondisi ini dialami setelah SoftBank melakukan write down (penghapusbukuan) nilai sejumlah investasi, termasuk WeWork dan Uber Technologies Inc., karena langkah ekspansi yang salah dan dampak pandemi Covid-19.

Perusahaan yang berfokus pada bidang teknologi itu pun membukukan kerugian operasi keseluruhan sebesar 1,36 triliun yen pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2020 dan kerugian bersih 961,6 miliar yen.

Kejatuhan saham Uber bertanggung jawab atas kerugian sekitar US$5,2 miliar yang dialami Vision Fund., sedangkan WeWork berkontribusi atas kerugian senilai US$4,6 miliar. Sisa kerugian US$7,5 miliar datang dari berbagai portofolio investasi lainnya, termasuk di startup.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top