Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja mengemas paket bantuan sosial (bansos) di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Pemerintah menyalurkan paket bansos masing-masing sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan sebagai upaya untuk mencegah warga tidak mudik dan meningkatkan daya beli selama pandemi COVID-19 kepada warga yang membutuhkan di wilayah Jabodetabek. - ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Premium

KPK di Tengah Dana Pandemi Corona

30 April 2020 | 11:24 WIB
Angka dana penanganan pandemi Covid-19 yang tak sedikit mesti terus diawasi dan dikawal penyalurannya. Sebagai lembaga anti rasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi diharapkan dapat menjalankan perannya dengan baik.

Bisnis.com, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi berjanji menindak tegas perilaku korupsi dan penyimpangan terkait anggaran penanganan pandemi virus corona.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan pihaknya bakal menuntut hukuman mati bagi pelaku korupsi anggaran Covid-19.

“Kami akan menyatakan sikap bahwa KPK tetap akan bertindak tegas dan sangat keras kepada para pelaku korupsi. Terutama, dalam keadaan penggunaan anggaran penanganan bencana, kita menegakkan hukum yaitu pidana mati,” ucapnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR secara virtual, Rabu (29/4/2020).

Firli menuturkan keselamatan masyarakat merupakan hukum tertinggi yang harus diprioritaskan. Apalagi, saat ini tengah terjadi bencana berupa pandemi Covid-19.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top