Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). - ANTARA FOTO/Moch Asim
Premium

Mengapa Program Kartu Prakerja Rawan Konflik Kepentingan?

28 April 2020 | 11:04 WIB
Kontroversi terkait Kartu Prakerja tidak hanya menyangkut efektivitas program tersebut membantu masyarakat terdampak Covid-19, tapi juga transparansi mekanisme pemilihan lembaga-lembaga yang ditunjuk. Ada apa di baliknya?

Bisnis.com, JAKARTA — Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mempublikasikan survei terbaru mereka soal program Kartu Prakerja pemerintah, Minggu (26/4/2020).

Berdasarkan sentimen publik di media sosial, Indef mengatakan porsi masyarakat yang menilai Kartu Prakerja sebagai hal positif cuma 19 persen.

"Dari big data kami, di komponennya [penyebab sentimen positif] adalah bansos [bantuan sosial] bisa jadi solusi jangka pendek bertahan hidup," ujar Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto dalam konferensi video di Jakarta.

Adapun 81 persen sisanya cenderung memandang salah satu janji kampanye Presiden Joko Widodo tersebut sebagai program bermasalah.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top