Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lawan Covid-19, Rumah Sakit Darurat di Central Park New York Siap Hari Ini

Jumlah kasus Covid-19 di AS saat ini merupakan yang paling tinggi di dunia sejak pandemi itu terungkap aakhir tahun lalu di Wuhan, China.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  13:06 WIB
Pengunjung padati Tribeca Park, Central Park, Jumat (25/12/2015)  -  Muhammad Khadafi
Pengunjung padati Tribeca Park, Central Park, Jumat (25/12/2015) - Muhammad Khadafi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Kota New York menargetkan penyelesaian pembangunan rumah sakit darurat khusus corona di kawasan Central Park pada hari ini, Selasa (31/3/2020), guna menampung pasien Covid-19 yang kian meningkat di negara bagian itu .

Kebutuhan rumah sakit sangat tinggi akibat wilayah itu kini berubah menjadi pusat penyebaran virus corona. Hingga pagi ini, setidaknya ada 66.544 kasus virus corona  SARS-CoV-2 yang dikonfirmasi di negara bagian itu, termasuk lebih dari 36.221 di New York City, Amerika Serikat (AS).

Sedangkan setidaknya 1.224 orang dengan Covid-19 telah meninggal di negara bagian itu atau 42 persen dari kasus yang dikonfirmasi di AS seperti dikutip Magny.com, Selasa (31/3/2020).

Secara nasional, lebih dari 160.000 kasus Covid-19 telah dikonfirmasi di seluruh 50 negara bagian. Sedangkan lebih dari 37.500 orang meninggal di seluruh dunia kibat virus mematikan itu.

Pengerjaan pembangunan rumah sakit dengan 68 tempat tidur itu dilakukan dengan mengubah fasilitas di ruang terbuka hijau New York itu agar bisa dijadikan tempat merawat pasien Covid-19 di New York.

Oleh karena itu, pekerja dari Samaritan Purse--lembaga swadaya masyarakat untuk bantuan kemanusiaan—terus bekerja dengan menggunakan berbagai perlengkapan dan peralatan sambil wajah tetap dilindungi masker.

"Ada banyak kasus [Covid-19] di sini, di New York, dan banyak orang membutuhkan pertolongan," kata Elliot Tenpenny, seorang dokter dan pemimpin tim untuk Tim Respons Covid-19 Samaritan Purse seperti dikutip CNN.com.

Tenpenny mengatakan lembaga itu bekerja sama dengan Gubernur New York Andrew Cuomo, Badan Manajemen Kedaruratan Federal, dan Mount Sinai.

Kemarin Cuomo mengatakan ada lebih dari 59.500 kasus Covid-19 di negara bagiannya, dan 965 di antaranya berujung pada kematian. New York adalah negara bagian yang paling fatal mengalami kerugian akibat Covid-19.

Jumlah kasus Covid-19 di AS saat ini merupakan yang paling tinggi di dunia sejak  pandemi itu terungkap aakhir tahun lalu di Wuhan, China.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan puncak kematian akibat Covid-19 diperkirakan berlangsung dua pekan ini. Karena itu dia pun memperpanjang masa social distancing di AS hingga 30 April 2020.

"Warga di bagian timur akan menjadi jumlah paling tinggi terdampak. Model memperkirakan puncak kematian akan terlihat dalam dua pekan," ujar Trump di Gedung Putih, Washington DC.

Dia mengatakan tidak ada yang lebih buruk dibandingkan mendeklarasikan kemenangan sebelum kemenangan didapat. Karena itu sangat penting bagi siapapun untuk tetap mengikuti petunjuk social distancing," ujar Trump.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top