Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lockdown di Negara Asean, Ribuan Warga Asing Tak Bisa Pulang

Ribuan orang asing harus tertahan perjalanannya akibat kebijakan lockdown dan restriksi di bandara di berbagai negara di Asean.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  11:48 WIB
Suasana kota Manila sepi setelah Pemerintah Filipina menerapkan karantina wilayah atau lockdown menyusul penyebaran virus corona di negara bekas koloni Spanyol tersebut. - Istimewa
Suasana kota Manila sepi setelah Pemerintah Filipina menerapkan karantina wilayah atau lockdown menyusul penyebaran virus corona di negara bekas koloni Spanyol tersebut. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Ribuan orang asing harus tertahan perjalanannya akibat kebijakan lockdown dan restriksi di bandara di berbagai negara di Asean.

Berdasarkan laporan Channel News Asia, Kamis (26/3/2020), puluhan pelancong asing tertahan di Thailand lantaran ketidakpastian dari pihak maskapai dan kebijakan restriksi di negara tersebut.

Media sosial menunjukkan ribuan orang asing antre, mengular di kantor imigrasi di Bangkok untuk mengajukan perpanjangan visa.

Thailand menetapkan keadaan darurat per hari ini 26 Maret 2020 hingga 30 April 2020.

Thailand telah mencatatkan 934 kasus Covid-19 dengan empat kematian.

Negara kerajaan ini adalah yang pertama melaporkan adanya kasus Covid-19 setelah penyebaran di China pada Januari. Namun, penanganan segera dilakukan. Thailand termasuk negara yang ekonominya tidak bergantung pada sektor pariwisata.

Sementara itu, kantor berita asal Malaysia, Bernama pada Kamis (26/3) melaporkan ada sekitar 300 warga Malaysia yang tertahan di Tiruchi. Sekitar 1.250 orang telah kembali ke Kuala Lumpur dari India.

Kebijakan lockdown di India juga menyisakan 800 orang Malaysia di India selatan, 437 di New Delhi dan wilayah utara, dan 41 di Mumbai. Mereka terpaksa menunda kepulangannya.

Media Timur Tengah, Aljazeera mengungkapkan bahwa kebijakan restriksi pelancong asing yang diterapkan Indonesia telah membuat Ajmal Yasinwas, laki-laki berdarah Pakistan dikembalikan ke Kuala Lumpur lantaran tidak dapat menunjukkan sertifikat kesehatan di bandara di Jakarta.

Ajmal Yasinwas telah bekerja di Malaysia selama 12 tahun dan hendak mengunjungi istrinya yang merupakan warga negara Indonesia.

Di sisi lain, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan bahwa kebijakan lockdown akan diperpanjang hingga 14 April dari rencana awal akhir bulan ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asean Virus Corona lockdown
Editor : Saeno
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top