Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Anggota Kepolisian Nasional Filipina menghentikan kendaraan di pos pemeriksaan di Makati-Mandaluyong Bridge saat diberlakukan jam malam karena corona virus di Kota Mandaluyong, Metro Manila, Filipina, Senin (16/3/2020). Bloomberg - Veejay Villafranca
Premium

Batasi Penyebaran Covid-19, Karantina atau Lockdown?

17 Maret 2020 | 21:10 WIB
Filipina menolak menggunakan istilah lockdown dan memilih menggunakan istilah karantina wilayah untuk menghindari kepanikan masyarakat. Apapun pilihannya, pemerintah harus mempertimbangkan semua aspek.

Bisnis.com, JAKARTA — Negara-negara di dunia tengah bekerja keras mencegah penyebaran Covid-19 melalui berbagai strategi. Filipina, misalnya, menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menerapkan karantina komunitas (quarantine community) untuk menekan wabah virus corona.

Keputusan tersebut disampaikan pertama kalinya oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Kamis (12/3/2020). Lalu, pemerintah memutuskan untuk memperluas karantina komunitas hingga ke Pulau Luzon selama satu bulan ke depan.

Yang menarik, Filipina menolak menggunakan istilah lockdown dan memilih menggunakan istilah karantina wilayah untuk menghindari kepanikan masyarakat.

“Ini bukan lockdown, kami menerapkan karantina komunitas. Ada konotasi yang berbeda ketika anda menggunakan istilah lockdown dan istilah itu bisa diinterpretasikan berbeda. Ketika anda menggunakan itu [lockdown], maka tidak ada pergerakan kargo, ketersediaan pasokan makanan di ibu kota sehingga masyarakat akan panik. Untuk itu, kami tidak akan menggunakan istilah itu,” kata Karlo Nograles, Sekretaris Kabinet Filipina, dilansir dari Philippines News Agency, Jumat (13/3/2020).

Keputusan Pemerintah Filipina yang memilih menggunakan istilah karantina untuk menggambarkan situasi terkini sontak menimbulkan sejumlah pertanyaan, salah satunya mengenai definisi kedua kata tersebut.

Berdasarkan kamus Oxford, lockdown diartikan sebagai sebuah keputusan untuk mengontrol pergerakan orang dan kendaraan karena situasi yang berbahaya (an official order to control the movement of people or vehicles because of a dangerous situation).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top