Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Petugas menggunkan pakaian khusus saat melakukan penyemprotan disinfektan pada gerbong kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (15/3/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti\\n
Premium

Mampukah Lockdown Memutus Mata Rantai Penyebaran Corona?

Usulan karantina wilayah atau lockdown muncul setelah upaya yang dilakukan pemerintah untuk membendung penyebaran virus corona dinilai tak efektif.

Bisnis.com, JAKARTA — Makin meluasnya penyebaran virus corona di Indonesia memunculkan usulan karantina wilayah (lockdown), seperti yang dilakukan beberapa negara lain. Bagaimana efektivitasnya?

Upaya social distancing alias pembatasan sosial, seperti yang dijalankan di Jakarta, dinilai belum mampu memutus mata rantai penyebaran virus corona. Pasalnya, seperti yang terjadi pada Senin (16/3/2020), pemangkasan transportasi publik justru menghasilkan penumpukan penumpang dan membuat masyarakat berkerumun.

Pada saat yang sama, gambaran ketidaksinkronan kebijakan pusat dan daerah masih terlihat. Ketika sejumlah daerah berencana menerapkan lockdown—mengikuti instruksi Presiden Joko Widodo terkait dengan penetapan status kedaruratan daerahnya masing-masing—pemerintah pusat justru memutuskan untuk menarik kembali wewenang tersebut.

Presiden juga menegaskan sampai saat ini tidak berpikir mengimplementasikan kebijakan lockdown. Sejauh ini, pemerintah hanya mengambil langkah pembatasan sosial, yang kemudian diterjemahkan dalam beberapa kebijakan oleh pemerintah daerah (pemda) terkait.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top