Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Parlemen AS Minta Fed Genjot Kesempatan Kerja Penuh

Gubernur Fed Jerome Powell mengatakan kepada anggota parlemen bahwa bank sentral tidak akan menyerah pada pemenuhan full employment meski saat ini tingkat pengangguran AS sudah di bawah 4 persen.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  16:05 WIB
Federal Reserve Board Chairman Jerome Powell. - REUTERS / Yuri Gripas
Federal Reserve Board Chairman Jerome Powell. - REUTERS / Yuri Gripas

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam laporan kebijakan moneter semi tahunan, parlemen AS memberikan dua mandat penting kepada Federal Reserve, yakni stabilitas harga dan pemenuhan kesempatan kerja penuh atau full employment.

Full employment terjadi pada kondisi dimana faktor produksi telah digunakan secara efisien dan ditunjukkan dengan tingkat pengangguran di bawah 4 persen.

Gubernur Fed Jerome Powell mengatakan kepada anggota parlemen bahwa bank sentral tidak akan menyerah pada pemenuhan full employment meski saat ini tingkat pengangguran AS sudah di bawah 4 persen.

"Itu tujuan kami. Itulah yang sedang kami kerjakan setiap saat. Saya pikir kita tidak akan pernah mengatakan bahwa kita telah mencapai tujuan itu, tetapi kita pasti telah membuat beberapa kemajuan," kata Powell seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (12/2/2020).

Saat Powell pertama kali menjabat pada Februari 2018, tingkat pengangguran tercatat sebesar 4,1 persen. Laporan semi tahunan Fed saat itu menyebutkan kondisi tersebut hampir mencapai full employment.

Para pembuat kebijakan kemudian menaikkan suku bunga acuan empat kali tahun itu dengan asumsi bahwa full employment akan memacu inflasi. Fed lalu menerima kritik keras dari Presiden Donald Trump, tetapi kenaikan harga tidak pernah terwujud meskipun tingkat pengangguran terus menurun.

Saat ini, dengan tingkat pengangguran 3,6 persen dan inflasi masih di bawah target Fed 2 persen, bank sentral mengatakan mereka akan mengambil pendekatan baru.

Wakil Gubernur Fed Richard Clarida mengatakan baru-baru ini bahwa jika tingkat pengangguran yang rendah itu belum bisa meningkatkan inflasi, maka full employment belum tercapai.

Anggota dewan dari Partai Demokrat Massachusetts, Ayanna Pressley bertanya apakah langkah pemberian jaminan pekerjaan bisa diterapkan mengingat Fed belum melakukannya selama ini. Powell menjawab, dia harus tunduk kepada otoritas fiskal mengenai hal itu.

Konsep full employment berakar pada Great Depression pada 1930-an dan kondisi ekonomi pada masa tekanan tinggi yang terjadi pada 1940-an. Sementara itu, pertarungan politik atas full employment muncul di tahun 1970-an di tengah tingkat pengangguran dan inflasi yang tinggi.

Pembuat undang-undang dan pemimpin hak-hak sipil mendorong agar program ketenagakerjaan layanan publik untuk mengurangi pengangguran tanpa mendorong inflasi, sebuah pendekatan yang didukung oleh Ketua Fed Arthur Burns.

Presiden Ronald Reagan ketika menjabat pada awal 1980-an membatalkan program-program itu. Sejak saat itu, Fed lebih banyak memusatkan perhatian pada definisi mandat ketenagakerjaan yang berpusat pada inflasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

federal reserve
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top