KTT Asean & KTT Ekonomi G20, Wapres Minta Industri Pariwisata Kembangkan Bisnis

Pengembangan wisata berbasis MICE belum optimal dilakukan. Padahal potensi pasar MICE adalah tiga kali lipat dibandingkan pasar leisure.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  18:02 WIB
KTT Asean & KTT Ekonomi G20, Wapres Minta Industri Pariwisata Kembangkan Bisnis
Wapres Maruf Amin (tengah) - Antara

Bisnis.com, KARAWANG - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong industri pariwisata lebih banyak mengembangkan potensi bisnis Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) menjelang KTT Asean dan KTT Ekonomi G20 pada 2023.

Hal ini disampaikan usai membuka Musyawarah Nasional (Munas) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Senin (10/2). Dia menilai pengembangan wisata berbasis MICE belum optimal dilakukan. Padahal potensi pasar MICE adalah tiga kali lipat dibandingkan pasar leisure. 

“Untuk itu, perlu diperbanyak penyelenggaraan event berskala nasional dan internasional. Pemerintah saat ini juga sedang mempersiapkan destinasi wisata Labuan Bajo sebagai venue penyelenggaraan KTT Asean dan KTT Ekonomi G20 Tahun 2023,” katanya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Indonesia telah terpilih menjadi tuan rumah untuk konferensi internasional Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan Asean Summit pada 2023. Pemerintah saat ini telah memulai pengembangan objek wisata di sekitar Labuan Bajo, termasuk Bandara Komodo. 

Target utama pembangunan pariwisata dalam Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 berfokus pada kuantitas kedatangan wisatawan mancanegara. 

Namun dalam RPJMN 2020-2024 berfokus pada kualitas pariwisata yang berdampak pada devisa negara, dengan menyiapkan destinasi wisata, kapasitas SDM, daya dukung lingkungan serta daya saing pariwisata.

Untuk itu, perlu adanya tiga faktor yang dipenuhi, yakni aksesibilitas, atraksi dan amenitas. Aksesibilitas meliputi keterhubungan darat, laut, dan udara, menuju destinasi wisata. Atraksi meliputi kegiatan seni, budaya, warisan sejarah, tradisi, kekayaan alam, olahraga dan hiburan yang menjadi daya tarik wisatawan. 

Amenitas sebagai fasilitas pendukung pariwisata bertujuan memberikan kenyamanan bagi wisatawan, seperti akomodasi, kuliner, pusat informasi, pusat oleh-oleh, kesehatan, keamanan, komunikasi, bank, air bersih dan listrik. 

“Di sinilah peran penting PHRI dalam mendukung kebutuhan amenitas pariwisata, khususnya terkait sarana akomodasi dan kuliner,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, wapres ma'ruf amin

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top