Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Selembar kain hitam yang menutupi logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersibak saat berlangsungnya aksi dukungan untuk komisi tersebut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/9/2019). - ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Lihat Foto
Premium

Ironi Membaiknya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia

Pengesahan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi seakan menjadi awal berbagai kasus yang menghinggapi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com
29 Januari 2020 | 16:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Upaya pemberantasan korupsi Indonesia dalam beberapa bulan terakhir disebut-sebut tengah mengalami pelemahan. Hal ini kerap dinyatakan oleh elemen masyarakat sipil lantaran sejumlah isu menerpa garda terdepan pemberantasan rasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pertama, isu terkait disahkannya revisi Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Perubahan tersebut menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 diprediksi bakal membuat usaha pemberantasan korupsi di Indonesia melempem.

Proyeksi itu berangkat dari anggapan bahwa sejumlah pasal justru akan mengebiri fungsi penindakan KPK. Mulai dari pembentukan Dewan Pengawas, alur birokrasi langkah pro-justitia seperti penggeledahan dan penyadapan yang diperpanjang, hingga diberikannya kewenangan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Kedua, terkait dengan lima pimpinan KPK baru yang dianggap cacat etik. Elemen masyarakat sipil kerap kali curiga bahwa pimpinan lembaga antirasuah jilid V berpotensi besar melemahkan KPK.

Ketua KPK Firli Bahuri bersama Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango dan Nurul Ghufron membacakan pakta integritas saat serah terima jabatan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di gedung KPK, Jakarta, Jumat (20/12/2019)./ANTARA FOTO-Rivan Awal Lingga

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top