Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Kapal Coast Guard China-5202 membayangi KRI Usman Harun-359 saat melaksanakan patroli mendekati kapal nelayan pukat China yang melakukan penangkapan ikan di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu (11/1/2020). - ANTARA FOTO/ Risyal Hidayat
Premium

Konflik Natuna yang Membuka Kotak Pandora

22 Januari 2020 | 11:44 WIB
Konflik Natuna seakan menyadarkan Indonesia mengenai kekuatan militer di perbatasan, terutama di wilayah perairan. Hal ini seakan menjadi ironi karena Indonesia merupakan negara kepulauan.

Bisnis.com, JAKARTA — Akhir pekan lalu, Pemerintah Indonesia menyampaikan rencana membeli kapal perang alias fregat dari Denmark untuk mengamankan perairan terluar.

Kapal perang yang akan dibeli memiliki kemampuan jelajah jarak jauh. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mengungkapkan kapal itu akan menunjang operasional Badan Keamanan Laut (Bakamla).

"Menteri Pertahanan berencana beli kapal ocean going sepanjang 143-150 meter, dan dibeli dari galangan kapal di Denmark. Jadi, kapal bisa menjelajah dengan cakupan jauh dan bebas sekelas fregat," paparnya, Jumat (17/1/2020).

Rencana ini diumumkan tak lama setelah perairan Natuna Utara memanas usai masuknya puluhan kapal nelayan China yang dikawal kapal penjaga pantai (coast guard) Negeri Panda ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia pada pertengahan Desember 2019.

Pergerakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dengan kapal Coast Guard China terlihat melalui layar yang tersambung kamera intai dari Pesawat Boeing 737 Intai Strategis AI-7301 Skadron Udara 5 Wing 5 TNI AU Lanud Sultan Hasanudin Makassar di Laut Natuna, Sabtu (4/1/2020)./ANTARA FOTO-M Risyal Hidayat

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top