China Sepakati Pembelian Logam Tanah Jarang dari AS

China memasukkan logam tanah jarang, yang semakin terbatas jumlahnya, ke dalam daftar barang yang akan dibeli lebih banyak dari AS dalam kesepakatan perdagangan fase pertama.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 16 Januari 2020  |  07:58 WIB
China Sepakati Pembelian Logam Tanah Jarang dari AS
Sampel logam tanah jarang yang ditambang dari fasilitas Mountain Pass Rare Earth milik Molycorp di Mountain Pass, California, AS, Senin (29/6/2015). - Reuters/David Becker

Bisnis.com, JAKARTA – China memasukkan logam tanah jarang, yang semakin terbatas jumlahnya, ke dalam daftar barang yang akan dibeli lebih banyak dari AS dalam kesepakatan perdagangan fase pertama.

Skandium yang digunakan dalam sistem pengarah rudal dan aplikasi pertahanan lainnya, dan itrium yang masuk ke sistem penargetan militer, yang termasuk dalam daftar mineral penting yang dilindungi oleh Departemen Perdagangan AS.

Keduanya termasuk dalam daftar panjang barang-barang manufaktur yang diperinci dalam perjanjian perdagangan fase pertama setebal 86 halaman yang ditandatangani pada Rabu (14/1/2020).

Survei Geologi AS mengatakan tidak ada skandium yang ditambang di AS pada tahun 2018 dan jumlah kecil yang diproduksi di negara tersebut secara eksklusif merupakan produk sampingan dan residu bahan lain.

Ketergantungan impor bersih negara itu menyumbang 100 persen dari permintaan skandium, katanya. Impor itrium mencapai 95 persen dari konsumsi domestik.

Peningkatan ekspor logam tanah jarang AS dapat bertentangan dengan rekomendasi Departemen Perdagangan tahun lalu untuk mengamankan pasokan bahan baku ini, termasuk meningkatkan pemahaman pemerintah tentang sumber-sumber domestik dan mempercepat persetujuan atas izin pertambangan.

"Seperti halnya keamanan energi kita, pemerintah Trump didedikasikan untuk memastikan bahwa kita tidak pernah disandera oleh kekuatan asing untuk sumber daya alam yang penting bagi keamanan nasional dan pertumbuhan ekonomi kita," kata Menteri Dalam Negeri David Bernhardt pada Juni 2019, seperti dikutip Bloomberg.

Ada keraguan bahwa logam langka akan dikirim ke China dari AS. Mineral tersebut mungkin telah ditambahkan ke daftar sehingga setiap pengiriman potensial yang mengandung unsur-unsur ini dapat dihitung terhadap komitmen Beijing di bawah perjanjian, ungkap analis di RW Pressprich. & Co, Andrew Ginsburg.

“China telah membuat komitmen yang sangat besar sehingga mereka ingin menghitung produk sebanyak mungkin, bahkan jika mereka mengimpor sejumlah kecil barang tertentu dalam setiap subkategori," kata Ginsburg.

Hal yang sama dapat dikatakan terhadap besi dan baja yang ditambahkan ke dalam daftar barang-barang manufaktur, kata Ginsburg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, amerika serikat, logam

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top