Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Atraksi pesawat tempur di kawasan Tugu Monas turut memeriahkan peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/8/2016). - REUTERS/Iqro Rinaldi
Premium

Menakar Kekuatan Militer Merah Putih

11 Desember 2019 | 11:06 WIB
Sebagai negara kepulauan dengan luas yang sangat besar dan kondisi geografis yang beragam, menjaga pertahanan dan keamanan Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah.

Bisnis.com, JAKARTA – Prabowo Subianto kerap kali mengeluhkan minimnya anggaran pertahanan yang dimiliki Indonesia. Keluhan itu sudah dilontarkan sejak sebelum menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Misalnya, dalam debat keempat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Prabowo yang saat itu merupakan seteru Joko Widodo mengkritik anggaran pertahanan yang terlalu kecil. Hal itu diakui pemerintahan Jokowi, yang mengaku tengah berfokus pada pembangunan infrastruktur.

Pada 2019, anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) tercatat sebesar Rp109,559 triliun atau berada di peringkat kedua Kementerian/Lembaga (K/L) dengan anggaran terbesar dalam APBN, di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang senilai Rp110,73 triliun.

Pernyataan Prabowo bahwa dia bakal menaikkan anggaran pertahanan pun menjadi kenyataan. Dalam postur APBN 2020, Kemenhan mendapatkan anggaran senilai Rp131,2 triliun, bertambah 19,75 persen sekaligus menjadikannya sebagai anggaran K/L terbesar.

Presiden Joko Widodo (kanan) berjalan memasuki ruangan didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) sebelum rapat terbatas terkait pengadaan alutsista di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (22/11/2019)./ANTARA FOTO-Akbar Nugroho Gumay

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top