Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pria Arab Saudi Penyerang Pangkalan AS Berpangkat Letnan Dua

Pria bernama Mohammed Alshamrani yang menjalani pelatihan di Pangkalan AL Pensacola tersebut menewaskan tiga kelasi sebelum dirinya ditembak mati seperti dikutip BBC.com, Minggu (8/12).
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 09 Desember 2019  |  08:25 WIB
/Reuters
/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Pria asal Arab Saudi yang menyerang pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Florida pada Jumat lalu berpangkat letnan dua dalam Angkatan Udara negara itu. Dia diketahui memutar sejumlah tayangan video penembakan massal sebelum beraksi.

Pria bernama Mohammed Alshamrani yang menjalani pelatihan di Pangkalan AL Pensacola tersebut menewaskan tiga kelasi sebelum dirinya ditembak mati seperti dikutip BBC.com, Minggu (8/12).

AL AS menyebut para kelasi "menunjukkan kepahlawanan dan keberanian luar biasa saat menghadapi kejahatan".

Ketiga korban bernama Joshua Kaleb Watson, 23, Mohammed Sameh Haitham, 19, dan Cameron Scott Walters, 21.

Sesudah kejadian, sejumlah peserta pelatihan asal Arab Saudi dilaporkan ditahan untuk diinterogasi. Pihak keamanan tidak menuduh mereka terlibat dalam serangan, yang berlangsung di dua lantai gedung berisi ruang-ruang kelas.

Sejumlah media AS yang mengutip seorang pejabat yang mendapat hasil   investigasi, melaporkan pelaku memutar tayangan video penembakan massal saat makan malam.

Seorang pengguna Twitter yang Dekat dengan identitas Alshamrani juga mengunggah serangkaian cuitan anti-AS sebelum penembakan, sebut kelompok pemantau internet.

Meski demikian, Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, menyatakan dirinya tidak melabeli insiden itu sebagai aksi "terorisme".

Berbicara di hadapan peserta Reagan National Defense Forum di California, Esper menegaskan para penyelidik harus diberikan waktu untuk melakoni pekerjaan mereka.

Belakangan, Presiden AS Donald Trump berjanji meninjau program pelatihan militer asing di AS. Lebih dari 850 warga Arab Saudi dilaporkan berada di AS dalam rangka kegiatan tersebut.

Serangan di Florida merupakan penembakan kedua di pangkalan militer dalam sepekan. Dua hari sebelumnya, seorang kelasi menembak mati dua pekerja di pangkalan militer Pearl Harbor di Hawaii.

Mengapa ada warga Arab Saudi di pangkalan militer AS?

Pangkalan Pensacola sejak lama menyediakan pelatihan penerbangan untuk militer asing.

Pilot-pilot Arab Saudi sudah menjalani pelatihan di Pangkalan Pensacola sejak 1995, bersama personel lain dari Italia, Singapura, dan Jerman.

Kapten Kinsella mengatakan sekitar 200 peserta internasional mengikuti program pelatihan di sana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top