Mengaku Punya Dukungan Suara, Ridwan Hisyam Optimistis Menangi Munas Golkar

Dia tetap konsisten untuk memperebutkan kursi nomor satu pada Munas X Partai Golkar alias terus maju. Dia tidak mengaku tidak terpengaruh dengan menyerahnya Bamsoet. Sebelumnya dia mundur setelah bertemu Luhut Binsar Panjaitan dan para senior Partai Golkar lainnya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  07:00 WIB
Mengaku Punya Dukungan Suara, Ridwan Hisyam Optimistis Menangi Munas Golkar
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) dan Ketua Panitia Melchias Marcus Mekeng (kiri) membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di Jakarta, Selasa (3/12/2019). Agenda munas ini digelar untuk menentukan Ketua Umum Golkar periode 2019-2024. - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA—Kalau Bambang Soesatyo (Bamsoet), Agun Gunandjar Sudarsa dan Indra Bambang Utoyo mundur dari pencalonan ketua umum Partai Golkar, Ridwan Hisjam tidak mengubah pendiriannya.

Dia tetap konsisten untuk memperebutkan kursi nomor satu pada Munas X Partai Golkar alias terus maju. Dia tidak mengaku tidak terpengaruh dengan menyerahnya Bamsoet. Sebelumnya dia mundur setelah bertemu Luhut Binsar Panjaitan dan para senior Partai Golkar lainnya.

"Lho mundur gimana! Kalau Bamsoet maju-mundur itu sudah biasa. Saya, Ridwan Hisjam terus maju!," ujar Ridwan Hisjam tadi malam, Selasa malam (3/12). Dia dengan tegas mengatakan bahwa dirinya siap menjadi Ketua Umum Partai Golkar dengan mengusung program Reformasi Paradigma Baru Partai Golkar jilid II.

Menurutnya, dia siap bertarung dan beradu program melawan Airlangga Hartarto dan Caketum lainnya. 

"Program saya jelas yaitu Reformasi Paradigma Baru Partai Golkar jilid II. Melalui program ini saya yakin akan membawa Golkar menang dan berjaya pada Pemilu 2024," ujar Anggota Komisi VII DPR Dapil Jawa Timur V itu. 

Ridwan pun menolak kalau disebut tidak punya dukungan. Dia meyakini bahwa para pemilik suara dalam Munas X Partai Golkar mendukung dirinya. 

"Lho yak opo. Saya kan memang dilarang turun ke DPD I dan II. Soal dukungan nanti kita buka saja saat proses pemilihan dalam arena Munas," ujar Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Timur era Ketua Umum Akbar Tandjung itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
partai golkar

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top