AS Kenakan Kembali Tarif Impor Baja dari Brasil dan Argentina

Pernyataan itu membuat para pejabat dari kedua negara bergegas mencari penjelasan dari Washington. Trump menambahkan bahwa Brasil dan Argentina "sengaja melakukan devaluasi besar-besaran mata uang mereka."
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  06:25 WIB
AS Kenakan Kembali Tarif Impor Baja dari Brasil dan Argentina
Presiden AS Donlad Trump. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Donald Trump mengumumkan akan mengenakan kembali tarif impor baja dan aluminium dari Brasil dan Argentina sebagai pembalasan atas pelemahan mata uang kedua negara yang merugikan petani AS.

"Efektif segera, saya akan mengenakan kembali tarif pada semua baja dan aluminium yang dikirim ke AS dari negara-negara itu," tulis Trump dalam kicauannya seperti dikutip Reuters, Selasa (3/12).

Pernyataan itu membuat para pejabat dari kedua negara bergegas mencari penjelasan dari Washington. Trump  menambahkan bahwa Brasil dan Argentina "sengaja melakukan devaluasi besar-besaran mata uang mereka."

Faktanya, yang terjadi adalah sebaliknya: Kedua negara secara aktif berusaha memperkuat mata uang mereka masing-masing terhadap dollar AS. Pada dasarnya peso terbantu dengan pelemahan yang sebagian disebabkan perang dagang Trump dengan China.

Petani AS, yang terdampak akibat perang dagang AS-China, mewakili demografi kunci untuk Trump menjelang Pemilu pada November 2020. Mereka mengalami penurunan pendapatan akibat perang dagang yang telah merusak daya saing produk pertanian AS. Sementara rekan-rekan mereka di negara tetangga Brasil dan Argentina menikmati ekspor ke ke China.

“Bagi banyak orang Brasil, ini berbau seperti balas dendam atas keuntungan besar petani kedelai negara mereka. Mereka telah mendapat manfaat besar dari perang dagang AS-China dengan menggantikan penjualan kedelai AS ke China," kata Kim Catechis, kepala strategi investasi Martin Currie.

Akan tetapi perwakilan untuk Departemen Luar Negeri dan Kantor Perwakilan Dagang AS tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro yang merupakan seorang pendukung Trump mengaku mengupayakan hubungan lebih dekat dengan AS. Dia  mengatakan dalam wawancara radio lokal bahwa dia akan memanggil mitra AS-nya dan berharap AS akan mendengarkan kekhawatiran Brasil.

"Saya tidak melihat ini sebagai pembalasan," kata Bolsonaro kepada Radio Itatiaia. Dia mengatakan ekonominya banyak bergantung pada Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top