Wapres Ma'ruf Minta Penguatan Penyediaan Air Baku Perpipaan

Otoritas pemerintah yang mengelola air harus melahirkan terobosan agar masyarakat memiliki alternatif dalam penyediaan air untuk diminum.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  22:30 WIB
Wapres Ma'ruf Minta Penguatan Penyediaan Air Baku Perpipaan
Wakil Presiden Maruf Amin. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Otoritas pemerintah yang mengelola air harus melahirkan terobosan agar masyarakat memiliki alternatif dalam penyediaan air untuk diminum.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebutkan saat ini masyarakat sangat bergantung pada terhadap air minum dalam kemasan (AMDK) sebagai sumber konsumsi. Survei Sosial Ekonomi Nasional BPS Maret 2019 mencatat rumah tangga yang menggunakan AMDK sebagai sumber air minum utama mencapai 38,28%. Jumlah pengguna ini akan membesar jika disertakan AMDK sebagai alternatif kedua. 

"Padahal harga AMDK ini mencapai rata-rata Rp2 juta per meter kubiknya," kata Ma'ruf di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Menurut Ma'ruf yang Ketua Majelis Ulama Indonesia non aktif ini, air minum perpipaan yang disalurkan oleh Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) mematok tarif jauh di bawah harga konsumsi masyarakat itu.

"Sebagai contoh tarif air bersih yang diberlakukan oleh PDAM Jakarta dan Depok hanya Rp7.000 per meter kubiknya, di Bogor bahkan hanya Rp4.500 per meter kubiknya," katanya.

Wakil Presiden meminta para menteri terkait mencari solusi atas permasalahan ini. Ia mengharapkan air perpipaan yang disalurkan perusahaan daerah menjadi terjaga kualitasnya sehingga menjadi sumber utama air baku dan menekan biaya rumah tangga. Saat yang sama biaya yang timbul dapat dikenakan pada penyesuaian tarif di tengah masyarakat sehingga perusahaan air minum mencapai nilai jual sesuai keekonomiannya.

"Tarif PDAM per meter kubik di berbagai daerah seringkali tidak ditentukan berdasarkan kriteria ekonomis, tetapi populis, dan kadangkala politis. Tanpa disadari hal ini membebani masyarakat yang harus membeli AMDK sebagai sumber air minum utama dengan harga yang sangat mahal," katanya.

Ma'ruf mengharapkan para menteri dalam Kabinet Indonesia Maju dilahirkan terobosan pengaturan dan pengelolaan air baku yang baik. Penyediaan air minum aman melalui sistem perpipaan untuk masyarakat dengan skema kerja sama investasi pemerintah dengan pihak lain secara keekonomian dapat dilakukan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wapres ma'ruf amin

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top