Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ahmad Djauhar : Pak Ci, Selamat Jalan

Kepulangan Ir. Ciputra atau akrab dengan sapaan Pak Ci ke haribaan Tuhan meninggalkan kesan dan kenangan mendalam bagi banyak orang. Salah satunya adalah kesan yang dirasakan Ahmad Djauhar, pemimpin Redaksi Harian Bisnis Indonesia periode 2002 sampai 2009.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 27 November 2019  |  14:57 WIB
Chairman Ciputra Group, Ciputra, memberikan sambutan saat peluncuran buku The Passion of My Life di Jakarta, Rabu (29/11). - JIBI/Dwi Prasetya
Chairman Ciputra Group, Ciputra, memberikan sambutan saat peluncuran buku The Passion of My Life di Jakarta, Rabu (29/11). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Kepulangan Ir. Ciputra atau akrab dengan sapaan Pak Ci ke haribaan Tuhan meninggalkan kesan dan kenangan mendalam bagi banyak orang. Salah satunya adalah kesan yang dirasakan Ahmad Djauhar, pemimpin Redaksi Harian Bisnis Indonesia periode 2002 sampai 2009.

Ahmad Djauhar menuliskan salah satu kenangan yang sangat membekas dalam ingatannya soal bagaimana Pak Ci menunjukkan dirinya sebagai pemimpin yang bisa menegur anak buahnya tanpa membawanya menjadi dendam. Lebih dari itu, Pak Ci malah menyekolahkan Ahmad Djauhar serta memberikan pesan yang mendorongnya untuk mengoptimalkan kemampuan.

Berikut kenangan dan pernyataan Ahmad Djauhar untuk almarhum Ciputra alias Pak Ci :

Pak Ci, Selamat Jalan
Terima kasih sudah menegurku ketika saya agak 'kurang ajar' mendebatmu di muka umum soal tampilan koran.
Emang saya ini siapa?
Sebenarnya, waktu itu saya tidak bermaksud mendebatmu, tapi kalau sudah berupaya sekuat daya masih dipaido, ya kelepasan juga.
Tapi, Pak Ci, adalah pribadi bukan pendendam.
Karena di lain hari, tegurannya yang lain untuk saya berbuah manis. Saya disekolahkan MBA.
Hanya Pak Ci yang mikirin seperti itu, di saat yang lainnya merasa bahwa kami, para buruhnya, orang yang digajinya, haruslah bekerja sepenuh tenaga.
"Jadikanlah tempat kerjamu sebagai sawah ladang untuk produktivitas setinggi mungkin," imbau beliau itu.
Tidak salah memang, karena yang lain-lainnya juga mengharapkan Bisnis Indonesia maju dan menjadi rumah usaha bagi kami semua, untuk dapat ikut menikmati hasil usaha itu.
Ah, Pak Ci, motivasi darimu untuk memacu semangat kami untuk menjadi--minimal memiliki--wirausahawan benar adanya.
"Ubahlah sampah menjadi emas. Ya, jadikan sampah itu sebagai emas, maka kamu adalah entrepreneur sejati," tuturmu yang selalu mengiang di kalbu.
Pak Ci, selamat jalan, semoga lapang jalanmu. Saya beruntung mengenalmu cukup dekat. Sekali lagi, maafkan kenakalan, kekurangajaran, dan ke-soktau-an saya.

Jakarta, 27-11-2019
Ahmad Djauhar

Jejak Emas Ciputra

Dalam perjalanan hidupnya, almarhum Ciputra dikenal sebagai orang yang  bisa mengubah "sampah" menjadi emas. Di bidang properti, banyak daerah yang tadinya tidak bernilai apa-apa menjadi wilayah bernilai emas bahkan lebih dari itu.

Orang mengenal Ciputra sebagai pengusaha properti, tokoh entrepreneurship, dan filantrophis. Namun, semua itu tak diraih dengan cara yang instan. 

Ciputra yang lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931, menjalani masa kecil yang tidak mudah. Ciputra kecil harus kehilangan ayahnya yang ditangkap dan ditahan tentara penjajah.

Setelah kehilangan  ayahnya, Ciputra tampil sebagai tulang punggung keluarga. Sejak kecil, Ciputra sudah menunjukkan ketertarikannya terhadap dunia bisnis, arsitektur dan seni. Hal itu tercermin dari intuisinya dalam merenovasi sebuah bangunan gudang.

Ciputra muda penuh semangat dan hasrat mengejar pendidikan jurusan arsitek sampai ke kota Bandung. Lulus dari Institut Teknologi Bandung tahun 1960, Ciputra resmi menyandang gelar Insiyur, sebuah gelar bergengsi dan profesi yang menjanjikan di masa itu.

Sepanjang karirnya, Ciputra dikenal sebagai seorang pelopor bidang usaha properti di Indonesia. Kemampuannya teruji, ia sukses merintis dan membesarkan tiga grup korporasi yakni Grup Jaya, Grup Metropolitan, dan Grup Ciputra.

Selengkapnya tentang Ciputra, silakan baca : Tangan Dingin dan Jejak Emas Ciputra

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ciputra
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top