Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Historia Bisnis : Wacana Mutasi Gus Dur dan Calon Wapres dari NU

19 November 2019 | 18:12 WIB
"Biarkan saja mereka bicara," kata Abdurrahman Wahid mengenai dinamika yang terjadi di Musyawarah Nasional PBNU.

Kabar24.com, JAKARTA — Selebaran yang menuntut penonaktifan Ketua Umum PBNU Abdurrahman Wahid dan Rois Am KH Jusuf Hasjim muncul menjelang berakhirnya Musyawarah Nasional (Munas) Nahdlatul Ulama.

Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur, merupakan salah satu tokoh pemikir di NU kala itu yang dalam perjalanan politiknya pernah menjabat sebagai Presiden ke-4 Republik Indonesia periode 1999—2001.

Berita mengenai Gus Dur dan hasil Munas PBNU itu sempat menjadi sajian utama Harian Bisnis Indonesia edisi 19 November 1987 dengan judul Sebagian Warga NU Tuntut Pengunduran Ketua Umum PB.

Namun yang lebih menarik, dalam suasana penutupan yang riuh di Pesantren Ihyaullumuddin, Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah, muncul gagasan untuk mencalonkan KH Idham Chalid sebagai Wakil Presiden periode mendatang.

Wakil Ketua PB Nahdlatul Ulama (NU) Mahbub Djunaidi dalam penjelasannya di depan sidang komisi organisasi secara kronologis menguraikan masalah yang menyangkut PBNU, kittah plus, dan pencalonan Idham Chalid tersebut.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top