Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi media sosial. - Reuters/Beawiharta
Premium

Memainkan Wacana Bersama Buzzer

23 Oktober 2019 | 07:28 WIB
Kehadiran buzzer alias pendengung tampaknya sudah menjadi sesuatu yang biasa di jagat maya Indonesia, sejalan dengan dinamika kehidupan bernegara.

Kendalikan massa, informasi palsuMereka ingin dirimu percayaOpini publik yang menipuKebenaran pun nomor dua

Lirik lagu bertajuk Disinformasi dari band rock Seringai cukup menggambarkan cara pandang masyarakat soal buzzer di media sosial. Buzzer dianggap mengendalikan opini massa melalui informasi yang kebenarannya perlu dipertanyakan.

Berdasarkan penelitian Center for Innovation Policy and Governance (CIPG) pada 2017, buzzer alias para pendengung diketahui kerap mendapatkan citra negatif di khalayak Indonesia lantaran keterlibatannya dalam peristiwa politik.

Buzzer mendapatkan cap sebagai pihak yang dibayar untuk memproduksi konten negatif di media sosial. Padahal, awalnya, buzzer lumrah dilibatkan oleh korporasi dalam hal promosi produk.

Penelitian itu pun mendefinisikan buzzer sebagai individu atau akun yang memiliki kemampuan amplifikasi pesan dengan cara menarik perhatian dan/atau membangun percakapan dan bergerak dengan motif tertentu.

Buzzer biasanya punya jaringan luas, mampu menciptakan konten sesuai konteks, cukup persuasif, dan digerakkan oleh motif tertentu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top