Restrukturisasi, HP Pangkas Jumlah Tenaga Kerja

Raksasa pembuat PC, HP Inc., akan mengurangi sebagian jumlah tenaga kerjanya di tengah upaya restrukturisasi yang bertujuan memangkas biaya dan mendorong pertumbuhan penjualan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 04 Oktober 2019  |  09:04 WIB
Restrukturisasi, HP Pangkas Jumlah Tenaga Kerja
Hewlett Packard -

Bisnis.com, JAKARTA – Raksasa pembuat PC, HP Inc., akan mengurangi sebagian jumlah tenaga kerjanya di tengah upaya restrukturisasi yang bertujuan memangkas biaya dan mendorong pertumbuhan penjualan.

HP menyatakan akan memangkas 16 persen dari jumlah total tenaga kerjanya atau 7.000 hingga 9.000 posisi pekerjaan melalui pemecatan dan pensiun dini secara sukarela.

“Pengurangan ini akan membantu menghemat sekitar US$1 miliar pada akhir tahun fiskal 2022,” terang pihak perusahaan dalam sebuah pernyataan yang dilansir melalui Bloomberg, Jumat (4/10/2019). Per tahun lalu, HP diketahui memiliki 55.000 karyawan.

HP juga mengumumkan pihaknya memperkirakan laba, tidak termasuk biaya restrukturisasi dan hal lainnya, akan mencapai US$2,22 hingga US$2,32 per saham pada tahun fiskal 2020.

Proyeksi ini dirilis perusahaan karena menghadapi sejumlah ketidakpastian. Dion Weisler, CEO yang telah memimpin perusahaan sejak tahun 2015 sejak melakukan split dengan Hewlett Packard Enterprise Co.,telah mengundurkan diri pada 1 November karena alasan kesehatan keluarga.

Bakal penggantinya adalah Enrique Lores, salah satu eksekutif perusahaan. Sementara itu, bisnis percetakan perusahaan, sumber utama untuk laba perusahaan, telah mengalami penurunan penjualan.

“Kami melihat diri kami memulai babak baru untuk HP dan kami akan mengumumkan langkah berani untuk mendukung pernyataan itu," ujar Lores dalam sebuah wawancara.

“Kami telah menghabiskan banyak waktu membangun rencana ini. Kami dapat menerima perubahan-perubahan yang terjadi di pasar dan itu dapat membantu kami memposisikan perusahaan untuk masa depan,” lanjutnya.

Reorganisasi HP akan menelan biaya US$1 miliar, dengan biaya US$100 juta pada kuartal keempat tahun fiskal, US$500 juta pada tahun fiskal 2020, dan sisanya dibagi antara tahun fiskal 2021 dan 2022, terang perusahaan.

“Sebagian besar dari penghematan akan berada dalam fungsi perusahaan, dukungan back-office, dan tenaga penjualan di lapangan,” tutur Chief Financial Officer Steve Fieler tentang pengurangan pekerjaan dalam sebuah wawancara.

Dewan direksi HP meningkatkan rencana pembelian kembali saham perusahaan dengan nilai tambahan US$5 miliar. HP juga mengatakan akan meningkatkan dividen saham sebesar 10 persen.

Saham perusahaan sendiri telah menurun 10 persen sepanjang tahun ini dan ditutup di level US$18,40 pada perdagangan Kamis (3/10) di New York.

Perusahaan memperkirakan akan memiliki free cash flow senilai US$3 miliar pada tahun fiskal 2020, dan akan mengembalikan 75 persen atau lebih dari uang itu kepada investor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hp, pecat

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top