Kemenlu: KDEI Taipei Kirim Tim Tangani WNI Korban Jembatan Runtuh

Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi terdapat tujuh warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban jembatan runtuh di Taiwan. Ketujuh WNI tersebut bekerja sebagai anak buah kapal (ABK).
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  07:09 WIB
Kemenlu: KDEI Taipei Kirim Tim Tangani WNI Korban Jembatan Runtuh
Puing-puing dari Jembatan Nanfang'ao yang runtuh setelah topan melanda Su'ao di daerah Yilan, Taiwan, 1 Oktober 2019, dalam gambar diam dari video yang diperoleh melalui media sosial. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi terdapat tujuh warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban jembatan runtuh di Taiwan. Ketujuh WNI tersebut bekerja sebagai anak buah kapal (ABK).

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha mengatakan bahwa Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei telah mengirim tim untuk menangani para korban WNI.

"KDEI Taipei telah mengirimkan tim ke lokasi kejadian dan mendapat informasi terdapat empat WNI ABK yang mengalami luka-luka dan terdapat tiga WNI ABK yang hilang, diduga terjebak diantara reruntuhan," ujar Judha melalui pesan instan WhatsApp, Rabu (2/10/2019).

Dikatakan  KDEI Taipei terus memberikan bantuan kepada WNI yang menjadi korban luka-luka.

"Tim juga terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk pencarian korban WNI hilang," katanya.

Sebelumnya, dilaporkan sebuah jembatan di kota Nanfang'ao, Yilan, Taiwan (sekitar 62 kilometer utara Taipei) runtuh sekitar pukul 09.30 waktu setempat pada Selasa (1/10/2019).

Rekaman CCTV memperlihatkan jembatan sepanjang 140 meter itu tiba-tiba runtuh ketika sebuah truk pengangkut minyak melintas dan menimpa tiga kapal ikan di bawahnya. Truk tanker langsung terbakar setelah menyentuh air hingga menyebabkan asap hitam tebal mengepul ke udara.

"Jembatan itu runtuh sekitar pukul 9.30 pagi ketika sebuah kendaraan tanker minyak berada di atasnya, membakar kendaraan itu," kata Shih I-chun, Sekretaris Walikota Suao, kota pelabuhan tempat kejadian, seperti dikutip Reuters.

Otoritas setempat telah mendirikan pusat darurat dan pihak militer menyatakan marinir dan angkatan laut membantu upaya penyelamatan.

Belum jelas apa yang menyebabkan jembatan yang dibangun pada 1998 itu runtuh.

Taiwan dilanda topan pada Senin (30/9/2019) malam, membawa hujan lebat dan angin kencang ke beberapa bagian pantai timur. Namun pada saat jembatan runtuh, cuaca dalam keadaan cerah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wni, taiwan

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top