Lebih 211.216 Ton Garam sudah Dimanfaatkan untuk Hujan Buatan

Sebanyak 211,216 ton garam relah disemai hingga 27 September 2019 guna mempercepat pertumbuhan awan agar hujan segera turun di daerah-daerah terdampak kebakaran hujan.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 28 September 2019  |  15:54 WIB
Lebih 211.216 Ton Garam sudah Dimanfaatkan untuk Hujan Buatan
Petugas BPPT dan TNI AU menyiapkan modifikasi cuaca (hujan buatan) untuk penanggulangan bencana asap kebakaran hutan dan lahan - Bisnis/Abdullah Azam

Bisnis.com, JAKARTA- Sebanyak 211,216 ton garam relah disemai hingga 27 September 2019 guna mempercepat pertumbuhan awan agar hujan segera turun di daerah-daerah terdampak kebakaran hujan.


Penyemaian garam ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.


Selain penyemaian garam, sebanyak 45 helikopterpun dikerahkan untuk melakukan water bombing.


"Hingga kemarin, total 45 pesawat atau helikopter dikerahkan dan telah menggunakan 317.204.114 liter air untuk memadamkan api di seluruh kawasan Indonesia," ujar Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Djati Witjaksono Hadi, Sabtu (28/9/2019).

Dia menjelaskan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada 2015 lalu menjadi dasar studi penanganan kebaharan hutan dan lahan nasional. Pasalnya kondisi kebakaran hutan dan lahan tersebut menjadi yang terparah.


Untuk diketahui upaya pembasahan lahan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan menurutnya telah dilakukan sejak Februari 2019 di seluruh wilayah Daerah Operasional (DAOPS) Manggala Agni.

Sejauh ini tercatat terdapat 38 DAOPS Manggala Agni.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garam, hujan buatan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top