Menakar IPO Perusahaan Hotal asal Thailand

S Hotels and Resorts (SHR), usaha perhotelan yang merupakan bagian dari grup realestat Singha Estate, mulai menarik perhatian investor menjelang penawaran umum perdana (IPO) yang diestimasi dapat menyerap sekitar US$300 juta-US$400 juta.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 24 September 2019  |  10:17 WIB
Menakar IPO Perusahaan Hotal asal Thailand
ilustrasi S Hotels and Resorts (SHR)

Bisnis.com, JAKARTA -- Jika Anda investor yang berminat untuk berkecimpung di pasar properti Thailand, maka ini adalah waktu yang tepat.

S Hotels and Resorts (SHR), usaha perhotelan yang merupakan bagian dari grup realestat Singha Estate, mulai menarik perhatian investor menjelang penawaran umum perdana (IPO) yang diestimasi dapat menyerap sekitar US$300 juta-US$400 juta.

Rencana spin off ini datang bersamaan dengan agenda miliarder Charoen Sirivadhanabhakdi yang mengusulkan IPO terhadap Asset World Corp, pengembang hotel, pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran di Thailand, yang diperkirakan dapat mengumpulkan dana sebanyak US$1,6 miliar.

Dilansir melalui Bloomberg, Asset World akan menutup pesanan IPO pada Jumat (27/9/2019), dan diperkirakan akan terdaftar di bursa saham Thailand pada 10 Oktober, sesuai dengan ketentuan kesepakatan.

"Sepanjang tahun ini, sudah ada dua IPO realestat Thailand yang tercatat berhasil menyerap dana gabungan sebesar US$32 juta," seperti dikutip melalui Bloomberg, Senin (23/9/2019).

Angka tersebut merupakan pengumpulan dana terbesar dalam penjualan saham sektor properti untuk pertama kalinya sejak 2015, dengan total dana terserap mencapai US$258 juta.

Jika penawaran Asset World dan SHR berjalan sesuai dengan rencana maka 2019 akan menjadi bumper year bagi industri properti Thailand.

TCC Grup milik miliarder Charoen dan Singha Estate yang dikendalikan oleh keluarga Bhirombhakdi berupaya untuk menggalang dana melalui listing unit usaha perhotelan, akuisisi keuangan, hingga membangun hotel baru.

Keduanya ingin memanfaatkan momentum bersamaan dengan lonjakan pariwisata Thailand serta penobatan Bangkok sebagai kota yang paling banyak dikunjungi versi MasterCard Inc.

SHR meluncurkan sebuah resor eksklusif baru di Maladewa pekan lalu sebagai bagian dari proyek CROSSROADS di sana, yang turut melibatkan Hard Rock Hotel Maldives.

Mereka juga telah mengembangkan sebuah merek resor eksklusif baru yang akan disertakana pada proyek SAii Lagoon Maldives.

"Bisnis hospitality memiliki prospek pertumbuhan terbaik dibandingkan dengan properti perumahan dan komersial," ujar Singha Estate.

Tren IPO pengembang properti di Thailand muncul setelah Indeks Pengembangan Properti pada Bursa Efek Thailand tercatat turun 2,2% tahun ini.

SHR yang tercatat di Bursa Efek Thailand berencana untuk meningkatkan pertumbuhan aset hingga 100 miliar baht dalam 3 tahun dan telah mengumumkan rencana listing untuk anak perusahaannya.

Nilai aset total Singha Estate adalah 60 miliar baht, di mana 26 miliar adalah aset yang dimiliki oleh S Hotels & Resorts, sedangkan aset lainnya milik bawah Nirvana Daii dan SPRIME.

Modal terdaftar S Hotels & Resorts adalah sekitar 17 miliar baht, dengan 10 miliar modal disetor. Sepenuhnya dimiliki oleh Singha Estate, saham Singha Estate di perusahaan akan terdilusi menjadi 60% setelah peluncuran IPO yang direncanakan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top