Hujan Lebat Diprediksi Guyur Sumatra & Kalimantan Sepekan Ini

Hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi di beberapa wilayah pada periode 23 hingga 26 September 2019.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 September 2019  |  15:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memprakirakan sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan berpotensi diguyur hujan dengan intensitas lebat pada sepekan ke depan.

"Keberadaan daerah konvergensi meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan dan Sumatra," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo, Senin (23/9/2010).

Daerah konvergensi tersebut diprakirakan terbentuk memanjang di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Bangka Belitung. Atmosfer skala lokal juga menunjukkan kondisi yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan.

Hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi di beberapa wilayah pada periode 23 hingga 26 September 2019 yaitu di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Sementara itu, pada periode 27 hingga 30 September 2019, hujan diprakirakan akan terjadi di Aceh, Sumatea Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Baratdan Papua.

BMKG mengidentifikasi terdapat perubahan kondisi atmosfer yang cukup signifikan sejak Sabtu (21/9/2019). Perubahan kondisi atmosfer tersebut berupa pelemahan desakan massa udara kering dari wilayah selatan Indonesia.

Pelemahan desakan massa udara kering ini mengakibatkan daerah massa udara basah yang sebelumnya cenderung berada di utara Indonesia kini cenderung meluas ke wilayah Indonesia bagian Selatan.

Jika dilihat dalam skala yang lebih luas, daerah tekanan rendah di Teluk Benggala memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap perubahan pola angin di wilayah Indonesia.

Sejak 21 September 2019, pola angin di wilayah Indonesia tidak lagi didominasi dari arah tenggara hingga selatan, tetapi cenderung dari arah timur. BMKG memprakirakan pada Senin (23/9/2019) daerah tekanan rendah di Teluk Benggala tersebut mengalami penguatan.

Indeks labilitas atmosfer di sebagian besar wilayah Kalimantan dan Sumatra mengindikasikan kondisi atmosfer yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan dalam sepekan ke depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
BMKG, hujan

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top